<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154759">
 <titleInfo>
  <title>KESESUAIAN DIGBY SCORE SEBAGAI INSTRUMEN DIAGNOSTIK DENGAN HASIL HISTOPATOLOGI PASIEN DUGAAN KARSINOMA NASOFARING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki Rahmawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS-1 ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA DAN LEHER</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Letak nasofaring tersembunyi dan sulit diperiksa dengan alat sederhana, karsinoma nasofaring sering kali datang ke pusat kesehatan dengan stadium lanjut, maka diperlukan instrumen anamnesis dan pemeriksaan fisik yang bisa menilai suatu dugaan karsinoma nasofaring yaitu dengan digby score. Tujuan: Mengetahui kesesuaian digby score dengan hasil histopatologi pada pasien dugaan karsinoma nasofaring. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dilakukan secara prospektif. Penelitian dilakukan di poliklinik T.H.T.K.L RSUDZA sejak bulan Januari 2024 sampai Juni 2024 pada penderita dugaan karsinoma nasofaring. Tahapan yang dilakukan berupa anamnesis, pemeriksaan fisik dan penentuan digby score kemudian mencatat Hasil patologi anatomi. Analisis kesesuaian menggunakan uji Kappa dan dilanjutkan dengan menghitung senstivitas dan spesifisitas digby score. Hasil: Didapatkan 31 penderita dugaan karsinoma nasofaring didapatkan insiden laki-laki tinggi (64,5%), kelompok usia terbanyak 45-59 tahun (41,9%), dengan faktor risiko utama merokok dan konsumsi ikan asin yaitu 45,2% tiap responden. Mayoritas hasil histopatologi karsinoma nasofaring menunjukan tipe Keratinizing Squamous Cell Carcinoma (WHO tipe I) dan Non-Keratinizing Squamous Cell Carcinoma (WHO tipe II), masing-masing sebesar 32,3%. Digby score ≥50 menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan hasil histopatologi, dengan nilai sensitivitas 96,2% dan spesifisitas 60%. Akurasi digby score mencapai 90,3%. Berdasarkan nilai Kappa 0,611; Nilai p = 0,001 menunjukan adanya kesesuaian yang tinggi antara digby score dan hasil biopsi histopatologi dalam mendeteksi karsinoma nasofaring. Kesimpulan: Digby score dapat dijadikan intrumen untuk diagnostik awal dugaan karsinoma nasofaring.&#13;
&#13;
Kata kunci: Karsinoma nasofaring, digby score, histopatologi, biopsi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154759</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 15:00:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 15:33:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>