<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154753">
 <titleInfo>
  <title>EKSTRAKSI OLEORESIN JAHE MENG GUNAKAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anwar Fuadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan proses pengolahan  jahe  dengan metode ekstraksi terus  dilakukan   nntuk   mendapatkan  oleoresin  dengan  kualitas dan  kuantitas  yang maksimal. Penelitian   ini   bertujuan  untuk   mengembangkan  teknologi  proses pengambilan  oleoresin  jahe  dengan  metode  ekstraksi  menggunakan bantuan gelombang ultrasonik. Bahan  baku  penelitian adalah jahe putib kecil ( Zingiber  officinale Rosc) yang berasal dari perkebunan rakyat Desa Alue  Papen Kecamatan  Nisam Kabupaten Aceh Utara.  Proses ekstraksi .dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol. Variabel proses yang  diamati yaitu :  ukuran bahan (10, 20,  30,  40) mesh dan campuran (10-14) mesh, temperatur ekstraksi (30,  40,  50,  dan  60C  ) dan   waktu ekstraksi (1,  1.5, 2,  3,  4, dan 5 jam). Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi menggunakan bantuan ultrasonik memiliki efisiensi waktu hampir 50% dibandingkan ekstraksi soxhlet. Rendemen  tertinggi sebesar 7,813  %,    diperoleh pada ukuran bahan 10 mesh, temperatur ekstraksi 60'C dan waktu ekstraksi 5 jam.  Oleoresin yang  dihasilkan  berupa cairan  kental berwarua gelap dengan rasa aroma jahe  yang   khas.   Berdasarkan  analisis  GC-MS   penggunaan   ultrasonik  tidak memberikan pengaruh terhadap perubahan komponen utama oleoresin jahe, adapun komponen  utama yang   dihasilkan  adalah  zingiberone,  ar-curcumene,  trans-6­  shogaol,  (-)-nortrachelogenin,  danp-Sesquiphellandrene. Hasil scanning electron  microscopy (SEM)  menunjukan  bahwa  penggunaan  ultrasonik  menyebabkan sekitar  80%   dinding  sel  jahe rusak   sehingga pelepasan  oleoresin jahe  yang diekstrak menjadi  lebih  mudah.  Hasil    analisis   menunjukkan  oleoresin   yang diperoleh sudah memenuhi spesifikasi EOA No.243.&#13;
&#13;
Kata kunci  :  oleoresin jahe;  ekstraksi; ultrasonik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154753</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:49:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:49:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>