<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154745">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR TOTAL FENOLIK, TOTAL FLAVONOID DAN TOTAL ALKALOID EKSTRAK METANOL SARANG SEMUT ASAL ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAMIRA RIZKA HASRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman sarang semut merupakan bahan alami yang secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Saat ini, sarang semut telah dikenal luas dan dikonsumsi, termasuk di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan, menentukan kadar total fenol, total flavonoid, dan total alkaloid dari sarang semut asal Aceh. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Kadar total fenol ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar pembanding, sementara kadar total flavonoid ditentukan menggunakan metode AlCl3 dengan kuersetin sebagai pembanding. Kadar alkaloid total ditentukan menggunakan metode BCG (Bromocresol Green) dengan kafein sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sarang semut asal Aceh Besar (Hydnophytum formicarum Jack.) memiliki nilai IC50 sebesar 76,74 ppm, sedangkan sarang semut asal Aceh Jaya (Myrmecodia tuberosa Jack.) memiliki nilai IC50 61,00 ppm, yang menunjukkan bahwa kedua sampel memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kadar total fenol sarang semut dari Aceh Besar adalah 230,27 mg GAE/g, sedangkan dari Aceh Jaya sebesar 222,43 mg GAE/g. Kadar total flavonoid dalam ekstrak metanol sarang semut dari Aceh Besar adalah 8,48 mg QE/g, sementara dari Aceh Jaya sebesar 8,62 mg QE/g. Kadar alkaloid total dalam ekstrak metanol sarang semut dari Aceh Besar adalah 7,45 mg CE/g, sedangkan dari Aceh Jaya sebesar 10,09 mg CE/g. Penelitian ini menunjukkan bahwa sarang semut asal Aceh memiliki kandungan senyawa bioaktif yang cukup tinggi, serta potensi aktivitas antioksidan yang kuat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Antioksidan, DPPH, IC50, ekstrak metanol sarang semut, total fenol, total flavonoid, total alkaloid</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154745</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:40:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 16:29:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>