<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154741">
 <titleInfo>
  <title>EKSTRAKSI  LEMAK KAKAO BERBANTUAN  GELOMBANG ULTRASONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasnidar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan  proses  ekstraksi terus   dilakukan  untuk mendapatkan basil lemak kakao   dengan kualitas clan kuantitas yang maksimal.  Salah  satu metode ekstraksi  yang    mulai  banyak  dikembangkan  adalah  metode  ekstraksi  pelarut berbantuan gelombang  ultrasonik. Penelitian  ini bertujuan mengembangkan suatu teknologi proses pengarnbilan lemak kakao   dengan metode  ekstraksi berbantuan gelombang  ultrasonik.  Ekstraksi  lemak  kakao   menggunakan soxblet  dilakukan sebagai kontrol. Biji kakao penelitian berasal  dari Perkebunan Rakyat Desa  Seureuke Blok   A,   Kecarnatan Langkahan Kabupaten  Aceh  Utara  yang   telah mengalarni perlakuan awal  dengan cara  fermentasi dan pengeringan. Pada penelitian ini, proses ekstraksi dilakukan dengan pelarut n-heksan. Variabel-variabel proses  yang dipelajari yaitu  rasio  bahan  kakao  (gram)  clan pelarut (mL)  (1:10; 1:20;  1:30; 1:40) dan  waktu proses  ekstraksi (30;   60;  90;   120  menit). Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa rendemen tertinggi sebesar 25,53% yang  diperoleb pada rasio  bahan  terbadap pelarut  1 : 40 clan waktu ekstraksi  120 menit. Hasil  analisis  asarn lemak bebas yang  diperoleb&#13;
berkisar   antara     0,82%     --    0,90%,   bilangan    penyabunan   berkisar   antara  193,56  -195,16mg KOH/gram lemak,  bilangan iod  berkisar antara 33,90  - 33,93 gram/100  gram, titik leleh awal  33,27C dan titik  leleb akhir 35,28°C  serta  indeks bias  1,45702. Hasil-hasil  analisis ini menunjukkan bahwa sebagian besar parameter uji  sudah memenuhi syarnt   mutu  lemak   kakao  sesuai   SNI   No.   01-3748-1995. Sementara itu,  basil  analisis gas  kromatografi menunjukkan  kandungan komposisi asarn lemak tertinggi adalah  asam stearat clan terendah asam arasidat. Uji Solid Fat Content  pada   suhu   40C  menunjukkan lemak   kakao   tidak  mencair  sepenuhnya dimaua 3,43% lemak masih merupakan padatan.&#13;
&#13;
Kata kunci   :  Ekstraksi; Lemak  kakao;  Ultrasonik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154741</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:20:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:20:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>