<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154735">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA LAPISAN ASPAL BETON LAPIS AUS (AC-WC) MENGGUNAKAN AGREGAT HULU DAN HILIR DAS KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Donald Juandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Potensi   agregat   di  sepanjang  Daerah   Aliran  Sungai   (DAS)   Krueng   Aceh di  kabupaten  Aceh   Besar  merupakan   sumber  material   yang   telah   banyak dipergunakan  untuk pembangunan jalan  di wilayah kabupaten Aceh Besar, kota Banda Aceh dan sekitarnya. Penulisan tesis ini berkenaan dengan pengujian sifat fisis agregat di hulu yang merupakan batuan  sedimen yang  banyak mengandung batuan breksi dan batuan konglomerat, sedangkan agregat di hilir yang merupakan batuan  sedimen  yang  banyak  mengandung batuan  konglomerat, batuan pasir, batuan lanau dan batuan lempung. Hipotesa awalnya bahwa, agregat  di hulu lebih baik  spesifikasinya  daripada  agregat   di  hilir  dilihat  dari  segi  bentuk   dan ukurannya.   Pengujian terhadap agregat kasar dan agregat halus batu pecah dan batu alam dari DAS Krueng Aceh adalah untuk mengevaluasi sifat fisis agregat dan kinerjanya  dalam campuran aspal beton, pengujian tersebut  antara lain: berat jenis  dan  penyerapan  air;   pelapukan;   keausan;   kelekatan  terhadap   aspal; angularitas; kepipihan,  kelonjongan dan material lolos saringan No.  200. Secara umum hasil pengujian sifat fisisnya memenuhi  syarat spesifikasi, kecuali  untuk nilai angularitas agregat hilir yang hanya 79,63%, nilai ini lebih rendah dari yang disyaratkan  yaitu  minimum   95%.  Metode  Marshall  dan  Kepadatan  Mutlak digunakan untuk  menguji campuran aspal beton  dan KAO.  Pengujian  Metode Marshall  dan Kepadatan Mutlak  dignakan untk menghitng  nilai  kepadatan; rongga  dalam campuran (VIM);  rongga  dalam mineral agregat  (VMA);  rongga terisi aspal (VFA);  rongga dalam campuran refusal (VIM,~); stabilitas; kelelehan plastis dan MQ.  Kemudian  menghitung  Indeks  Keknatan  Sisa (IKS)  campuran aspal beton  dari basil pengujian perendaman Marshall.  KAO yang  didapat  dari campuran PAHu dan PBHu  adalah 5,5%, campuran PAHi dan PBHi adalah 6,0%. Gradasi A kecendrungan  kepadatannya  lebih besar dibandingkan dengan gradasi B, dan untuk nilai  VIM gr~dasi  A lebih kecil dibandingkan  dengan grad~si B. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa secara umum agregat hulu dan hilir DAS Krueng Aceh layak digunakan untuk Lapisan Aspa! Beton Lapis Aus  (AC-WC) berdasarkan  sifat fisis  agregat  den  hasil analisa  volumetrik  dan nilai empiris Marshall.&#13;
&#13;
Kata Kunci   :  Agregat Hulu, Agregat Hilir, Metode  Marshall, Kepadatan Mutlak, Rendaman Marshall.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154735</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:04:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 14:04:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>