<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154719">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PERTEMANAN TERHADAP KETERBUKAAN DIRI PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dila Syafira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelecehan seksual merupakan permasalahan sosial yang berdampak secara signifikan terhadap korban, baik secara psikologis, emosional maupun sosial. Penyintas pelecehan seksual sering kali mengalami trauma yang sangat mempengaruhi kehidupan mereka seperti trauma psikologis yang kompleks sehingga mereka cenderung menjadi pribadi yang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas komunikasi interpersonal dan mengidentifikasi faktor- faktor yang mendukung atau menghambat keterbukaan diri penyintas di lingkungan pertemanan akademik. Metode yang digunakan peneliti adalah kualitatif deskriptif karena metode tersebut menggambarkan berbagai situasi dan kondisi dari berbagai variabel yang mendukung penelitian. Analisis pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa penyintas dan teman dekatnya, serta kajian pustaka. Peneliti menggunakan teori penetrasi sosial untuk menjelaskan proses peningkatan keterbukaandan keintiman seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal yang suportif, empatik, dan tidak menghakimi dalam pertemanan memiliki pengaruh signifikan terhadap keterbukaan diri penyintas pelecehan seksual. Keterbukaan diri penyintas pelecehan seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi interpersonal. Faktor pendukung utama meliputi dukungan emosional, kepercayaan, dan respon empatik dari teman dekat. Sementara itu, faktor penghambat yang signifikan, seperti stigma sosial, rasa takut dihakimi, dan norma budaya yang menyalahkan korban. Melalui hasil penelitian ini, peneliti memberikan saran agar teman-teman dekat lebih aktif dalam menunjukkan dukungan emosional yang empatik dan responsif untuk mendukung keterbukaan diri para penyintas. Budaya dan stigma sosial menyalahkan korban pelecehan seksual juga harus dihapuskan untuk mengatasi permasalahan keterbukaan diri.&#13;
Kata Kunci : Efektivitas Komunikasi Interpersonal, Pertemanan, Keterbukaan Diri, Penyintas Pelecehan Seksual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL COMMUNICATION - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FRIENDSHIP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEXUAL HARASSMENT OF WOMEN - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>153.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 13:18:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:52:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>