ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEHIDUPAN PETANI PENGGARAP(STUDI KASUS DI GAMPONG CEMPALAKUNENG KABUPATEN PIDIE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP KEHIDUPAN PETANI PENGGARAP(STUDI KASUS DI GAMPONG CEMPALAKUNENG KABUPATEN PIDIE)


Pengarang

ZUHRA PHONNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I
Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Dosen Pembimbing I
Zulfan - 196107081989101001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1810101010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Gampong Cempala Kuneng merupakan wilayah yang dikelilingi lahan
persawahan yang berpengaruh pada mata pencaharian masyarakatnya, dimana
sebagian besar masyarakatnya berprofesi petani penggarap. Waloupun lahan
persawahan pada gampong ini terbilang luas, namun sebagian besar persawahan
pada gampong tersebut bukan milik masyarakat di Gampong Cempala Kuneng.
Sehingga membuat masyarakat di Gampong Cempala Kuneng terpaksa
menggantungkan hidupnya sebagai petani penggarap. Pendapatan petani
penggarap yang rendah membuat mereka kesulitan untuk sekedar memenuhi
kebutuhan hidup di tengah tingginya biaya hidup masa kini. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui mengapa petani penggarap memilih pekerjaan
sebagai petani penggarap dan bagaimana petani penggarap mengelola
kehidupannya di Gampong Cempala Kuneng. Penelitian menggunakan teori
Tindakan sosial Max Weber dengan empat klasifikasi, 1. Rasional instrumental
(Zwerk Rational),petani penggarap melakukan pekerjaan sebagai petani
penggarap dengan sadar sehingga mendapatkan hasil panen 2. Rasional
Berorientasi nilai (Werk Rational), petani penggarap masih melakukan tradisi
gotong royong dan khanduri blang 3. Tindakan afektif (Affectual Action), petani
penggarap melalukan kerjakeras dengan segala upaya untuk memenuhi
kebutuhan keluarga tercinta 4. Tindakan Tradisional (Tradisional Action).petani
penggarap menjadi petani penggarap karena turun temurun dari orang tuanya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan studi kasus. Hasil
penelitian ini menunjukkkan bahwa petani penggarap menghadapi berbagai
tantangan dalam mengelola kehidupan mereka, termasuk tingkat kemiskinan
yang tinggi, beban pekerjaanyang berat, dan keterbatasan akses terhadap
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Strategi bertahan hidup yang digunakan
oleh buruh tani meliputi pengembangan usaha sampingan, pembentukan koperasi
tani, dan partisipasi dalam program bantuan sosial seperti program keluarga
harapan (PKH) dan BPJS kesehatan.

Kata Kunci: kehidupan, Tindakan Sosial, Petani Penggarap

ABSTRACK Gampong Cempala Kuneng is an area surrounded by rice fields which have an impact on the livelihoods of the people, where the majority of the people work as sharecroppers. Even though the rice fields in this gampong are quite extensive, most of the rice fields in the gampong do not belong to the people of Gampong Cempala Kuneng. This means that the people in Gampong Cempala Kuneng are forced to depend on their livelihood as sharecroppers. The low income of sharecroppers makes it difficult for them to simply meet their living needs amidst today's high cost of living. This research aims to find out why sharecroppers choose work as sharecroppers and how sharecroppers manage their lives in Gampong Cempala Kuneng. The research uses Max Weber's social action theory with four classifications,1. Instrumental Rational (Zwerk Rational), sharecroppers carry out their work as sharecroppers consciously so that they get the harvest. 2. Value-oriented Rational (Werk Rational), sharecroppers still carry out the traditions of mutual cooperation and khanduri blang. 3. Affective Action, sharecroppers work hard with every effort to meet the needs of their beloved family. 4. Traditional Action. sharecroppers become sharecroppers because it was passed down from his parents. This research uses a qualitative method, a case study approach. The results of this research show that sharecroppers face various challenges in managing their lives, including high levels of poverty, heavy workloads, and limited access to higher level education. Survival strategies used by farm workers include developing side businesses, forming farming cooperatives, and participating in social assistance programs such as the Family Hope Program (PKH) and BPJS Health. Keywords: life, social action, sharecroppers

Citation



    SERVICES DESK