<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154647">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAISUL QARANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Aceh yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Penelitian ini  bertujuan untuk membandingkan metode Principal Component Analysis Biplot (PCA Biplot) dan metode Correspondence Analysis (CA) pada pemetaan kabupaten/kota di Provinsi Aceh menurut luas area berdasarkan keadaan tanaman serta produksi dan produktivitas kelapa sawit. Variabel yang digunakan adalah luas area perkebunan kelapa sawit usia belum produktif (X_1), luas area perkebunan kelapa sawit usia produktif (X_2), luas area perkebunan kelapa sawit rusak (X_3), produksi kelapa sawit dari kabupaten/kota tertentu (X_4), dan efisiensi produksi kelapa sawit (X_5). Metode PCA Biplot digunakan untuk menentukan kedekatan antarobjek, nilai variabel pada suatu objek, keragaman variabel, dan korelasi antarvariabel. Sementara CA digunakan untuk menggambarkan hubungan antara variabel dalam bentuk grafik dua dimensi. Hasil penelitian PCA Biplot menunjukkan bahwa terdapat 2 komponen utama yang dapat menjelaskan keragaman sebesar 86,557%. Sedangkan hasil metode CA menunjukkan semua objek pengamatan memiliki hubungan dengan variabel kelapa sawit karena p-value untuk uji chi-square &lt; 0,05. Menurut metode CA, Kabupaten Nagan Raya merupakan kabupaten dengan tingkat indikator variabel kelapa sawit paling tinggi dengan nilai nilai massa sebesar 0,1915. Variabel kelapa sawit yang tertinggi di Provinsi Aceh adalah variabel produksi kelapa sawit dari kabupaten/kota tertentu (X_4) dengan nilai massa 0,4289. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa, metode PCA Biplot lebih sesuai untuk melihat hubungan linier antarvariabel dan antarobjek pengamatan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: kelapa sawit, principal component analysis biplot, correspondence analysis, pemetaan kabupaten/kota, Provinsi Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 11:05:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 11:40:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>