<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154635">
 <titleInfo>
  <title>EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) MELALUI ANALISIS KOMPUTASI BERBASIS CLOUD PADA GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nakita Chairunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan pola emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Kota Banda Aceh selama periode November 2023 hingga November 2024, dengan fokus pada karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan ozon (O₃). Metode yang digunakan mencakup analisis geospasial dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-5P yang diakses melalui platform Google Earth Engine (GEE). Data emisi yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi pola sebaran GRK di berbagai kecamatan, serta untuk memodelkan proyeksi pola emisi di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakmerataan sebaran emisi GRK, dengan konsentrasi tertinggi terdeteksi di kecamatan yang memiliki tingkat aktivitas transportasi dan industri yang tinggi, seperti Syiah Kuala dan Kuta Alam. Meskipun terjadi fluktuasi emisi sepanjang periode pengamatan, kualitas udara di Banda Aceh secara keseluruhan masih berada dalam batas aman. Konsentrasi karbon monoksida (CO) meningkat akibat aktivitas manusia dan kondisi atmosfer, sementara nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan ozon (O₃) menunjukkan pola penurunan. Hal ini mencerminkan efektivitas penerapan langkah-langkah mitigasi lingkungan yang telah dilakukan. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan yang berkelanjutan serta pengelolaan emisi GRK untuk menjaga kualitas udara dan mengurangi dampak perubahan iklim di kawasan perkotaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan mitigasi perubahan iklim yang lebih efektif dan adaptif di Kota Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Emisi Gas Rumah Kaca, Kota Banda Aceh, Sentinel-5P, Google Earth Engine, Perubahan Iklim&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154635</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 10:52:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 11:18:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>