<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154617">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA PLTU EVAPORATOR BOILER  PLTU UNIT 2 NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sultan Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Umumnya pembangkitan listrik di Indonesia menggunakan jenis tenaga uap, salah satunya PT. PLN Nusantara Power UPK Nagan Raya. Pengoperasian PLTU harus optimal tanpa terkendala atau adanya gangguan dikarenakan fenomena shutdown pada pembangkit dapat merugikan pihak manapun dan mengurangi masa pakai alat lain. Evaporator adalah salah satu alat penukar kalor pada ketel uap yang berfungsi untuk merubah fasa feedwater sebagai fluida kerja dari cair menjadi uap (steam). Penelitian ini menganalisis perpindahan panas yang terjadi pada evaporator dengan tujuan untuk mengkaji nilai laju perpindahan panas dan persentase perbandingan nilai penyerapan kalor pada evaporator terhadap kalor hasil suplai bahan bakar dengan tingkat pembebanan minimum 40 MW, medium 60 MW, dan maksimum 95 MW. Pengukuran data penelitian dilakukan pada tingkat pembebanan minimum, medium, dan maksimum. Nilai laju perpindahan panas maksimal pada evaporator didapatkan pada tingkat pembebanan maksimum dengan angka sebesar 184.841 kW, sedangkan nilai minimum didapatkan pada tingkat pembebanan minimum dengan angka sebesar 100.779 kW. Nilai persentase maksimum perbandingan penyerapan kalor pada evaporator terhadap kalor hasil pembakaran bahan bakar didapatkan pada tingkat pembebanan maksimum dengan angka sebesar 55,49 %, sedangkan nilai minimum didapatkan pada tingkat pembebanan minimum dengan nilai sebesar 53,15 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan laju perpindahan panas semakin besar seiring dengan peningkatan pembebanan dan penggunaan bahan bakar yang efisien tiap pembebanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEAT TRANSFER - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.402 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 10:13:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 10:40:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>