<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154597">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOMPOKAN MAHASISWA BERDASARKAN POLA MAKAN DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA MENGGUNAKAN ANALISIS CLUSTER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M.AKIL ATOYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pola makan merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan mahasiswa sebagai kelompok usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala berdasarkan pola makan menggunakan metode analisis clustering K-Means. Data diperoleh melalui kuesioner daring kepada 444 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas dan angkatan. Variabel yang diamati meliputi jenis makanan, frekuensi makan, jumlah konsumsi makanan, serta faktor sosial-ekonomi. Hasil analisis menghasilkan empat kelompok dengan karakteristik berbeda: (1) mahasiswa dengan pola makan sehat dan teratur, (2) mahasiswa yang cenderung menunda makan dan mengonsumsi makanan cepat saji, (3) mahasiswa dengan pola makan tidak konsisten dan stres terkait makan, dan (4) mahasiswa dengan pola makan paling tidak sehat, sering melewatkan makan utama dan mengonsumsi fast food serta minuman berkafein tinggi. Penelitian ini menunjukkan keberagaman pola makan mahasiswa dan menyarankan pendekatan pemasaran makanan yang disesuaikan dengan karakteristik tiap cluster. Temuan ini juga berkontribusi bagi pengembangan layanan makanan sehat dan program promosi kesehatan di lingkungan kampus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154597</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 23:33:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 09:57:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>