<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154587">
 <titleInfo>
  <title>VALIDASI DATA CURAH HUJAN SATELIT GPM-IMERG DAN CHIRPS TERHADAP DATA CURAH HUJAN OBSERVASI LAPANGAN DI ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Istia Masyafira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Curah hujan merupakan salah satu parameter penting dalam analisis hidrologi dan pertanian, namun ketersediaan data lapangan yang masih sangat terbatas saat ini telah menjadi kendala dalam melakukan berbagai analisis tersebut. Data curah hujan satelit dan berbagai data curah hujan lainnya menjadi alternatif dalam upaya mengatasi kekurangan data observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi data curah hujan satelit GPM-IMERG dan CHIRPS di kawasan Aceh Utara. Untuk melakukan evaluasi kedua data tersebut, data curah hujan lapangan Aceh Utara dan analisis statistik, yaitu koefisien korelasi (r), Root Mean Square Error (RMSE) dan Relatif Bias (RB) digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CHIRPS memiliki korelasi yang lebih baik, dengan korelasi, r rata-rata sebesar 0,69 dan RMSE sebesar 64,49, sedangkan GPM-IMERG memiliki korelasi, r sebesar 0,5 dan RMSE sebesar 113,49. Untuk uji bias, CHIRPS juga menunjukkan bias yang lebih tinggi (RB = 42,35) dibandingkan GPM (RB = 12,78), namun lebih konsisten mendekati pola curah hujan observasi lapangan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa data CHIRPS memiliki performa yang lebih baik dalam mengamati curah hujan di kawasan Aceh Utara.&#13;
Kata kunci: Curah hujan lapangan, data CHIRPS, GPM IMERG, validasi, Aceh Utara</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154587</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 17:16:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 09:54:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>