<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154533">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN MIKROZONASI SEISMIK KECAMATAN BAHOROK KABUPATEN LANGKAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTIKAL SPECTRA RATIO (HVSR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jihan Indria Sawitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, lokasi penelitian memiliki luas wilayah 25 km. Menurut Cameron, dkk (1982), pada lokasi penelitian terdapat empat formasi batuan yaitu, formasi Baong (Tmb), Formasi Belumai (Tmpb) dan Tuff toba (Qvt) dan Endapan Aluvium (Qh). Adapun yang alasan dilakukan penelitian di daerah tersebut, karena Kecamatan Bahorok, yang menjadi lokasi penelitian berada di jalur sesar Segmen Semangko dan punggung Bukit Barisan sehingga rawan terdampak gempa bumi dari daerah sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Kerentanan Seismik di wilayah Kecamatan Bahorok berdasarkan frekuensi dominan dan nilai amplifikasi di lokasi penelitian. Pemetaan geologi dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan dan analisis petrografi untuk mengetahui kondisi litologi dan bentang alam di lokasi penelitian sedangkan untuk studi kasus, dilakukan pengukuran Mikrotremor untuk menentukan Indeks Kerentanan Seismik di Kecamatan Bahorok. Pengukuran Mikrotremor dilakukan sebanyak delapan titik yang tersebar di kawasan kecamatan Bahorok, data pengukuran ini kemudian dianalisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectra Ratio (HVSR), dari metode ini diperoleh dua parameter penting yaitu frekuensi dominan dan amplifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bahorok memiliki empat satuan geomorfologi, meliputi perbukitan dan lereng denudasional, dataran, badan sungai, dan dataran banjir. Kondisi geologi di lokasi penelitian terdiri dari lima satuan batuan, yaitu satuan lempung karbonatan (Tmb), satuan batu gamping terumbu (Tmpb), satuan batu pasir glaukonit (Tmpb), satuan tufa riodasit (Qvt), dan satuan konglomerat (Qh). Analisis mikrotremor menghasilkan tiga zonasi kerentanan seismik di Kecamatan Bahorok: zona dengan kerentanan rendah mencakup 76% wilayah, zona dengan kerentanan sedang mencakup 12%, dan zona dengan kerentanan tinggi mencakup 12% wilayah.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pemetaan Geologi, Mikrotremor, HVSR, Frekuensi Dominan, Amplifikasi dan Indeks Kerentanan Seismik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154533</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 14:01:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 09:14:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>