<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154507">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  EKOSISTEM KEWIRAUSAHAAN  DAN DAYA SAING  TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKELANJUTAN :</title>
  <subTitle>ANALISIS KOMPARATIF ANTARA NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUSANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis pengaruh ekosistem kewirausahaan terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan daya saing sebagai variabel moderasi dan mediasi, serta variabel kontrol sosial dan lingkungan sebagai bagian dari identitas pembangunan berkelanjutan. Menggunakan data panel dari 65 negara (36 negara maju dan 29 negara berkembang) selama periode 2016–2019, penelitian ini mengembangkan empat model regresi data panel dan menguji hipotesis dengan uji statistik serta uji Sobel. Hasil empiris menunjukkan bahwa pengaruh ekosistem kewirausahaan terhadap pertumbuhan ekonomi lebih signifikan di negara maju dibandingkan negara berkembang. Sebaliknya, pengaruh ekosistem kewirausahaan terhadap daya saing lebih tinggi di negara berkembang. Namun, ketika daya saing berperan sebagai variabel moderasi dan mediasi, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lebih besar di negara maju, terutama dalam perannya sebagai moderasi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya kebijakan yang mendukung kewirausahaan di negara berkembang, serta perlunya kolaborasi lintas sektor guna menciptakan ekosistem yang mampu mendorong munculnya wirausaha inovatif untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154507</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 11:58:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 15:51:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>