<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154503">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN KWETIAU KERING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK SAWI HIJAU (BRASSICA CHINENENSIS), BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DAN WORTEL ( DAUCUS CAROTA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>URZULLA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kwetiau adalah produk olahan berbahan dasar tepung beras, memiliki bentuk pipih dan lebar serta berwarna putih bening. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan kwetiau kering dengan melihat pengaruh penambahan ekstrak sawi hijau (Brassica chinensis), bunga telang (Clitoria ternatea) dan wortel (Daucus carota) serta lama proses pengeringan terhadap karakteristik kimia dan sensori kwetiau yang dihasilkan.&#13;
Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah penambahan ekstrak pewarna alami (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: ekstrak sawi hijau (P1), ekstrak wortel (P2) dan ekstrak bunga telang (P3). Faktor kedua adalah suhu dan lama pengeringan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu pengeringan pada: suhu 60°C selama 15 jam (T1) dan  suhu 70°C selama 7 jam (T2). Analisis terhadap kwetiau yang dihasilkan meliputi analisis kimia yang terdiri dari analisis kadar air, total fenol, uji antioksidan, uji daya serap air dan uji warna. Sedangkan  analisis sensori berupa uji hedonik meliputi aroma, tekstur dan warna dari kwetiau yang dihasilkan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis pewarna alami (P) dengan suhu dan lama pengeringan berpengaruh sangat nyata (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154503</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 11:46:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 12:00:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>