<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154487">
 <titleInfo>
  <title>KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TENGAH DALAM PENGELOLAAN PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH UWER TETEMI TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IRFAN TUAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mendefinisikan sampah sebagai sisa dari aktivitas manusia dan proses alam dalam bentuk padat. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memiliki peran krusial dalam proses pengelolaan sampah, bertujuan untuk mengolah sampah secara aman dan ramah lingkungan. Namun, pengelolaan TPA yang kurang tepat dapat menyebabkan dampak negatif yang serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam pengelolaan Pembuangan Akhir Sampah di Uwer Tetemi serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang menghalangi pemerintah dalam mencegah pencemaran lingkungan melalui pengelolaan yang efektif. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan Edward III dan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Uwer Tetemi masih kurang efektif. Faktor penyebabnya termasuk berhentinya sosialisasi pengurangan sampah, keterbatasan sarana dan prasarana seperti armada yang rusak dan TPS dengan kapasitas terbatas, rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya penegakan sanksi, terbatasnya jumlah SDM, serta anggaran yang minim. Beberapa rekomendasi yang diberikan adalah pentingnya sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pengelolaan sampah yang lebih baik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tengah.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kebijakan, Pengelolaan Sampah, Aceh Tengah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WASTE MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154487</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 11:16:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 15:03:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>