<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154473">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOLAAN KERANG DARAH (TEGILLARCA GRANOSA) BERBASIS KERAMBA SECARA IN-SITU DI KAWASAN MANGROVE RNKOTA LANGSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mawardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekosistem mangrove merupakan suatu kawasan tropis dengan vegetasi tumbuhan yang unik pada kawasan pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut serta dengan karakteristik sedimen yang khas. Ekosistem mangrove ini memiliki peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan bagi kawasan pesisir baik secara fisik maupun ekologis. Secara ekologis mangrove sebagai habitat potensial bagi berbagai jenis hewan antara lain berbagai spesies ikan, kepiting, udang dan kerang. Ekosistem mangrove juga memiliki peranan penting bagi berbagai biota pesisir, meliputi sebagai tempat pemijahan, tempat asuhan dan tempat mencari makan. Kerang darah (Tegillarca granosa) merupakan salah satu spesies kerang yang hidup dikawasan ekosistem mangrove dengan cara membenamkan tubuhnya kedalam substrat untuk menghindari dari predator dan eksploitasi oleh masyarakat. Terjadinya tekanan ekologis akibat degradasi habitat dan eksploitasi oleh masyarakat, menyebabkan populasi T. granosa yang terdapat dikawasan ekosistem mangrove Kota Langsa pada saat ini semakin menurun. Pengelolaan T. granosa berbasis keramba secara In-Situ di kawasan ekosistem mangrove Kota Langsa Provinsi Aceh sebagai habitat aslinya, masih sangat jarang dilakukan dalam upaya pengelolaan T. granosa.&#13;
	Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan diatas, maka penelitian ini bertujuan menganalisis morfometrik dan pola pertumbuhan T. granosa, kandungan gizi T. granosa, dinamika populasi T. granosa, pertumbuhan dan produksi tahunan T. granosa yang dikelola berbasis keramba secara In-Situ di kawasan ekosistem mangrove Kota Langsa. Teknik pengambilan sampel T. granosa dilakukan secara purposive sampling pada tiga lokasi penelitian yang ditetapkan berdasarkan kondisi rona lingkungan yang bervariasi. Setiap lokasi penelitian dibuat transek dari arah pantai menuju vegetasi mangrove. Pada tiap-tiap transek dibuat plot dengan ukuran 5 m x 5 m untuk pengambilan T. granosa yang terdapat pada plot tersebut. Setiap sampel T. granosa yang dikumpulkan berdasarkan variasi ukuran dan jenis kelamin pada masing-masing plot, dimasukkan ke dalam botol sampel untuk diidentifikasi di laboratorium. Pengukuran data fisika kimia lingkungan (salinitas air, suhu air dan pH air) dilakukan secara In-situ pada saat bersamaan pengambilan T. granosa.&#13;
	Hasil kajian pertama menunjukkan Panjang cangkang kerang berkisar antara 3 cm sampai dengan 6,76 cm, lebar cangkang berkisar anatara 2,50 cm sampai dengan 5,52 cm, sedangkan bobot total T. granosa berkisar antara 12 g sampai 122 g. Pola pertumbuhan T. granosa di lokasi penelitian secara umum berlangsung secara allometri negatif (b= 2,5084), yang menunjukkan pertumbuhan panjang kerang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan bobot total kerang. Hasil kajian kedua menunjukkan kandungan proksimat yang paling tinggi yaitu kandungan air dengan nilai rata-rata mencapai 68,90%, sedangkan yang paling rendah yaitu kadar abu rata-rata sebesar 1,78%. Kandungan gizi yang terkandung pada T. granosa sangat bervariasi, protein memiliki komposisi yang paling tinggi dengan nilai rata-rata mencapai 13,84%, diikuti kandungan rata-rata karbohidrat dan lemak. Kandungan protein pada T. granosa ini lebih tinggi dari yang dilaporkan dari hasil penelitian dari pesisir Sumatera Utara dan Mesir.&#13;
	Hasil kajian ketiga mengumpulkan sebanyak 1.067 individu T. granosa pada lokasi penelitian yang diambil setiap satu bulan sekali dari bulan Juli sampai bulan Desember 2023. Populasi yang paling tinggi ditemukan pada kawasan pesisir Pusong sebanyak 607 individu, sedangkan populasi T. granosa yang paling rendah terdapat pada kawasan pesisir Kuala Langsa sebanyak 107 individu. T. granosa jantan ditemukan lebih dominan dibandingkan dengan T. granosa betina pada semua lokasi penelitian dan hanya pada bulan Agustus ditemukan jumlah populasi T. granosa yang sama antara jantan dan betina. Hasil analisis PCA menunjukkan lokasi Pusong ditemukan populasi T. granosa yang paling tinggi dibandingkan dengan kedua lokasi lainnya. Pada lokasi Pusong ditemukan korelasi yang kuat antara dinamika populasi T. granosa dengan keanekaragaman Crustacea dan salinitas air, dibuktikan dengan ketiga parameter tersebut terdapat pada sumbu yang sama.  &#13;
	Hasil kajian ke empat menunjukkan pertumbuhan T. granosa berbasis keramba secara In-Situ di kawasan pesisir ekosistem mangrove Kota Langsa menunjukkan terjadi pertumbuhan yang bervariasi dari setiap perlakuan. Pertumbuhan panjang T. granosa yang paling tinggi ditemukan pada kawasan pesisir Pusong pada perlakuan (P1) dengan kepadatan T. granosa 20 individu/ keramba, sedangkan pertumbuhan paling rendah terdapat pada kawasan Lhok Banie perlakuan (LB3) dengan kepadatan T. granosa paling tinggi yaitu 60 individu/keramba. Laju pertumbuhan spesifik T. granosa juga menunjukkan kawasan mangrove Pusong (lokasi II) pada perlakuan (P1) dengan kepadatan paling rendah (20 individu/keramba) memiliki pertumbuhan paling tinggi dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya pada kedua lokasi penelitian. Hasil analisis PCA menunjukkan kelimpahan makanan berupa keanekaragaman Crustacea dan keanekaragaman plankton yang tinggi memiliki hubungan yang kuat terhadap pertumbuhan T. granosa di kawasan mangrove Pusong berupa pertumbuhan panjang dan bobot. Sedangkan kawasan ekosistem mangrove Lhoh Banie.&#13;
	Hasil kajian kelima menunjukkan bobot basah bebas cangkang T. granosa paling tinggi ditemukan pada jenis kelamin jantan pada semua perlakuan yang berkisar antara 0,85 g sampai dengan 1,19 g. Hasil analisis bobot basah bebas cangkang T. granosa betina memiliki bobot paling rendah berkisar antara 0,72 g sampai dengan 0,91 g.  Perlakuan (P1) dengan jenis kelamin jantan memiliki bobot basah bebas cangkang paling tinggi dari semua perlakuan lainnya, sedangkan yang paling rendah terdapat pada perlakuan (LB3) dengan jenis kelam betina. Hasil analisis produksi T. granosa yang dikelola berbasis keramba secara In-Situ di kawasan ekosistem mangrove Kota Langsa Provinsi Aceh selama 6 bulan pengamatan berkisar antara 0,30 gMKBC/m²/tahun sampai dengan 0,60 gMKBC/m²/tahun. Produksi T. granosa paling tinggi terdapat pada kawasan pesisir Pusong (P3), sedangkan produksi T. granosa yang paling rendah ditemukan pada kawasan pesisir mangrove Lhok Banie (LB3). Karakteristik habitat yang cocok dan kelimpahan makanan berupa larva Crustacea dan plankton memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil produksi T. granosa pada kawasan pesisir Kota Langsa Provinsi Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154473</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 10:46:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-23 11:41:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>