VARIASI GENETIK IKAN GELODOK (PERIOPHTHALMUS ARGENTILINEATUS) PADA EKOSISTEM MANGROVE BANDA ACEH DAN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

VARIASI GENETIK IKAN GELODOK (PERIOPHTHALMUS ARGENTILINEATUS) PADA EKOSISTEM MANGROVE BANDA ACEH DAN ACEH BESAR


Pengarang
Dosen Pembimbing

Irma Dewiyanti - 198112212005012001 - Dosen Pembimbing I
Nur Fadli - 198011292003121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2011101010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ikan gelodok merupakan ikan yang termasuk ke dalam ordo Perciformes dan famili Gobidae, secara morfologi ikan gelodok sulit dibedakan dengan spesies lainnya. Sehingga perlu dilakukan pendekatan molekuler yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies ikan gelodok secara akurat, salah satu metode yang banyak digunakan saat ini adalah DNA barcoding dengan menggunakan gen COI mitokondria, penelitian terkait ikan gelodok di provinsi Aceh belum banyak diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan data genetik ikan gelodok. Sampel diperoleh dari 4 lokasi di Aceh, yaitu Gp. Ruyung, Alue Naga, Gp. Jawa dan Lambadeuk, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi DNA yaitu protokol C-TAB yang telah dimodifikasi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah ikan gelodok spesies Periophthalmus argentilineatus dengan panjang pasangan basa (bp) 639. Nilai jarak genetik yang diperoleh berdasarkan parameter Kimura-2 adalah Periophthalmus sp. jarak genetik tertinggi dalam populasi adalah Bantul dan Bali sebesar 0,003 sedangkan jarak terendah sebesar 0. Nilai jarak genetik tertinggi pada antar populasi adalah Lombok sebesar 0,393 dan yang terendah sebesar 0 terdapat pada Banda Aceh. yang memiliki nilai komposisi basa nukleotida rata-rata T (timin) = 33,85%, C (sitosin) = 27,88%, A (adenine)c= 21,56%, G (guanine) = 16,72%. AT memiliki rata – rata terbesar dengan nilai 55,4% dibandingkan dengan GC yang miliki nilai rata – rata 44,6%.

Gelodok fish is a fish that belongs to the order Perciformes and the family Gobidae, morphologically gelodok fish is difficult to distinguish from other species. So it is necessary to take a molecular approach that is used to accurately identify species of spadefish, one method that is widely used today is DNA barcoding using the mitochondrial COI gene, research related to spadefish in Aceh province has not been widely studied. The aim of this study was to identify and collect genetic data of the frogfish. Samples were obtained from 4 locations in Aceh, namely Gp. Ruyung, Alue Naga, Gp. Java and Lambadeuk, this study was conducted using the DNA extraction method, namely the modified C-TAB protocol. The results obtained in this study were Periophthalmus argentilineatus species with a base pair length (bp) of 636. The value of genetic distance obtained based on Kimura-2 parameters is Periophthalmus sp. The highest genetic distance within the population is Bantul and Bali at 0.003 while the lowest distance is 0. The highest genetic distance value between populations is Lombok at 0.393 and the lowest at 0 is in Banda Aceh which has an average nucleotide base composition value of T (thymine) = 33.85%, C (cytosine) = 27.88%, A (adenine) = 21.56%, G (guanine) = 16.72%. AT has the largest average with a value of 55.4% compared to GC which has an average value of 44.6%.

Citation



    SERVICES DESK