INKLUSI PEMBANGUNAN DAN KESENJANGAN PERKOTAAN-PEDESAAN DI INDONESIA: OPTIMALISASI MODEL PANEL SPASIAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

INKLUSI PEMBANGUNAN DAN KESENJANGAN PERKOTAAN-PEDESAAN DI INDONESIA: OPTIMALISASI MODEL PANEL SPASIAL


Pengarang

IRFAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Apridar - 196704132001121001 - Dosen Pembimbing I
Abd. Jamal - 196612312000031003 - Dosen Pembimbing II
Muhammad Nasir - 197411112003121002 - Dosen Pembimbing III



Nomor Pokok Mahasiswa

1701301010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S3) / PDDIKTI : 60001

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Makalah ini secara empiris menguji hubungan antara inklusi pembangunan dan kesenjangan pendapatan perkotaan-perdesaan di 34 provinsi yang ada di Indonesia dari tahun 2011-2022. Adapun hasil dari temuan penelitian ini ketimpangan pendapatan terbesar berada di pulau jawa dan papua. Dengan menggunakan kombinasi pendekatan analisis data panel spasial dan panel dinamis lainnya Generalized Method Of Moment (GMM) kami menemukan bahwa faktor utama indeks inklusi pembangunan secara konsisten dapat mengurangi kesenjangan pendapatan baik di perkotaan maupun pedesaan secara simultan dengan mempertimbangkan faktor spasial. Berdasarkan hasil dari model panel dinamis lainnya, terdapat hubungan jangka panjang dari persamaan tersebut dan hasilnya masih indentik dengan model sebelumnya ketika indeks pembangunan manusia dan urbanisasi meningkat, kesenjangan pendapatan perkotaan-perdesaan juga ikut menurun. Sementara keterbukaan ekonomi memiliki efek sebaliknya, uniknya variabel investasi sama sekali tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesenjangan perkotaan maupun di pedesaan baik dengan pendekatan model spatial maupun dengan model dinamis hal ini tentu menjadi temuan baru dalam kajian penelitian ini dan menjadi masukan untuk dapat di telaah lebih lanjut dipenelitian selanjutnya. Dengan adanya kebijakan strategis nasional untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jawa ke Kalimantan diharapkan dapat mengurangi tingkat urbanisasi di Jawa dan memberikan solusi untuk pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia.

Kata kunci: Pembangunan Inklusi, Perkotaan-Perdesaan, Ketimpangan Pendapatan, panel spasial.

This paper empirically examines the relationship between development inclusion and the urban-rural income gap in 34 provinces in Indonesia from 2011 to 2022. The findings of this study show that the largest income inequality is in Java and Papua. By using a combination of the spatial panel data analysis approach and other dynamic panel methods of moment (GMM), we found that the main factor of the development inclusion index can consistently reduce the income gap in both urban and rural areas by considering spatial factors. Based on the results from another dynamic panel model, there is a long-run relationship in the equation, and the results are still indicative of the previous model. When the human development index and urbanisation increase, the urban-rural income gap also decreases. While economic openness has the opposite effect, uniquely, the investment variable has absolutely no significant effect on the level of urban and rural inequality, both with the spatial model approach and with the dynamic model. This is certainly a new finding in this research study and an input to be further examined in further research. With the national strategic policy to move the capital city of Indonesia from Java to Kalimantan, it is expected to reduce the level of urbanisation in Java and provide solutions for equitable economic development in Indonesia. Keywords: Inclusion Development, Urban-Rural, Income Inequality, spatial panel

Citation



    SERVICES DESK