<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154305">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINASI MAKRO SOSIAL EKONOMI TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rinaldi Syahputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan ekonomi yang inklusif dapat terjadi apabila terdapat pertumbuhan ekonomi yang kuat. Hingga tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum inklusif dalam hal mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, atau meningkatkan kesempatan kerja. Proses pembangunan ekonomi yang inklusif akan dipercepat oleh hubungan yang lebih inklusif antara sektor-sektor ekonomi dan penduduk yang berpendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mensimulasikan hubungan antara demokrasi, investasi, modal manusia, perdagangan melalui ekspor, inflasi sebagai representasi ekonomi domestik dan pembangunan ekonomi inklusif. Penelitian ini menggunakan model panel autoregressive distributed lag (ARDL) dengan uji kointegrasi KAO yang digunakan dalam penelitian ini dan komparasi dengan panel vector error correction model (VECM) sebagai bentuk kebijakan pemerintah yang diterapkan berkaitan dengan pembangunan ekonomi inklusif dan kointegrasi variabel yang diteliti dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dataset yang digunakan dalam studi ini mencakup beberapa provinsi di Indonesia dan mencakup periode 2011 hingga 2022. Temuan penelitian ini adanya penekanan pada inklusivitas, Indonesia secara aktif mengejar reformasi ekonomi yang luas dan berkelanjutan. Tiga pilar utama dari suatu transisi adalah pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, peningkatan standar kesehatan dan pendidikan, promosi penelitian terapan dan revitalisasi industri, dan penguatan daya saing perusahaan. Semua faktor independen memiliki hubungan jangka pendek dan jangka panjang yang substansial dengan variabel dependen, yang mempengaruhi keberlanjutan pembangunan ekonomi. Perubahan pada satu variabel akan berdampak pada variabel lainnya. Perubahan atau peningkatan dalam variabel independen berdampak pada apa yang dapat ditawarkan Indonesia secara konsisten untuk menciptakan kesempatan kerja. Studi ini menunjukkan bahwa mempertahankan dan meningkatkan akses masyarakat dan keterlibatan politik berkorelasi positif dengan kebijakan ekonomi yang diperlukan.&#13;
&#13;
Kata kunci: makrososialekonomi, pembangunan ekonomi inklusif, autoregressive distributed lag, akses masyarakat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154305</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-22 13:33:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-22 15:09:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>