<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154293">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI SISWA MENGENAI BODY IMAGE DI SMA LAB SCHOOLRNUNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP	Pendidikan Kesejahteraan Keluarga</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap body image di SMA Lab School Universitas Syiah Kuala. Body image merupakan persepsi individu tentang bentuk tubuhnya, yang menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara dengan 8 subjek, ditemukan perbedaan dalam penilaian terhadap citra tubuh, yang dipengaruhi oleh pengalaman individu, standar tubuh ideal, dan proses penerimaan diri. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi body image meliputi harga diri (self-esteem), interaksi dengan teman sebaya, dukungan keluarga, dan pengaruh media sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa tekanan sosial, trend media, dan komentar negatif tentang penampilan dapat memengaruhi psikologis siswa, mendorong mereka untuk mencapai standar tubuh ideal melalui pengaturan pola makan dan aktivitas fisik. Selain itu, pola makan siswa menunjukkan kesadaran akan pentingnya nutrisi seimbang dan upaya mengontrol asupan kalori. Sebagian besar siswa mulai menerapkan kebiasaan makan sehat seperti mengurangi konsumsi gula, memperhatikan porsi makan, dan memilih camilan bergizi. Namun, terdapat tantangan seperti waktu terbatas untuk sarapan dan godaan jajanan tidak sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi body image pada siswa SMA dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi. Dukungan keluarga, kesadaran diri, dan informasi positif dari media sosial menjadi elemen penting dalam membantu siswa mengembangkan persepsi tubuh yang sehat dan positif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-22 12:43:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-22 14:55:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>