<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15413">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI CETAKAN (MOLDING) HOT PRESS DENGAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK PEMAKAIAN PADA PAPAN PARTIKEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Qadri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Papan  partikel  merupakan  istilah  umum  untuk  panel  yang  dibuat  dari bahan berlignoselulosa (biasanya kayu), terutama dalam bentuk partikel yang digabung dengan perekat sintetik atau perekat lain yang sesuai dan diikat bersama dalam panas dan tekanan pada hot press. Dalam  simulasi distribusi perpindahan panas pada molding particle board menggunakan acuan perbandingan distribusi panas pada pengujian perpindahan panas heaten pleaten hot press WABASH. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian secara numerik untuk mengetahui distribusi panas mold dengan perangkat lunak Abaqus 6.10-1. Cetakan untuk simulasi dibuat dengan ukuran 2700 x 1450 x 150 mm dengan menggunakan material carbon steels AISI 12L14 dengan temperatur yang diberikan 100  oC ,dari hasil pengujian perpindahan panas heaten pleaten hot press WABASH menunjukkan temperatur maksimal yang dicapai 106 oC dan temperatur minimal yang dicapai 69 oC dari temperatur penetapan awal. Berdasarkan hasil simulasi yang diperoleh dengan perbandingan distribusi panas hasil simulasi molding hot press dengan temperatur yang berikan 100 oC  menunjukkan temperatur maksimal pada mold penekan bawah yang didapatkan adalah 86.250 oC pada node 2 pada menit ke 8 dan pada mold penekan atas temperatur maksimal yang dicapai adalah 89.521 oC pada node 1 pada  menit ke 8. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa temperatur mengalami kenaikan 3 oC dari temperatur penetapan awal. Hal ini sama halnya dengan hasil dari penelitian ini yang mempunyai hasil yang berdekatan seperti pada hasil simulasi antara 0,3 % – 6 %.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>15413</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-05 11:51:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-05 12:36:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>