<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154127">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN LOCAL INTERPRETABLE MODEL-AGNOSTIC EXPLANATIONS DALAM MEMETAKAN KERENTANAN GEMPA BUMI DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ARIB FADHILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap manusia dan infrastruktur. Provinsi Aceh memiliki aktivitas seismik yang tinggi, sehingga pemetaan wilayah kerentanan gempa bumi menjadi langkah penting dalam mitigasi risiko bencana. Namun, penelitian sebelumnya masih terbatas dalam memahami dan menginterpretasikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap risiko gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan gempa bumi di Aceh serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kerentanan tersebut menggunakan model klasifikasi Artificial Neural Network (ANN) dan Local Interpretable Model-agnostic Explanations (LIME). Model ANN dikembangkan menggunakan data historis gempa bumi di Aceh tahun 1990–2023 dengan 15 variabel yang mencakup faktor topografi, seismisitas, dan geologi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ANN dapat memprediksi probabilitas kerentanan gempa bumi dengan akurasi sebesar 85%. Pemetaan hasil prediksi menunjukkan bahwa wilayah tengah dan barat laut Aceh memiliki tingkat kerentanan sedang hingga sangat tinggi dengan area kerentanan sebesar 29.574,77 km2, sedangkan wilayah barat, selatan, dan tenggara didominasi oleh klasifikasi kerentanan rendah hingga sangat rendah dengan area mencakup 27.263,08 km2. Analisis LIME mengungkapkan bahwa kepadatan episentrum, kepadatan magnitudo, jarak patahan, arah lereng, elevasi, tanah luvisol, tanah ferralsol, tanah aluvial, dan tanah oksisol menunjukkan pengaruh signifikan terhadap klasifikasi gempa bumi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi risiko gempa bumi di Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154127</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 23:09:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-22 11:05:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>