<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154123">
 <titleInfo>
  <title>PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (STUDI KASUS DP3A PROVINSI ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Atikah Uzdah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berat, yang berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan emosional korbannya. Tindakan kekerasan tersebut sering terjadi di lingkungan yang dekat, termasuk rumah, tempat kerja, sekolah, dan masyarakat luas. Selain itu, perempuan dan anak sering menghadapi diskriminasi, terutama dalam konteks hukum. Menurut data dari dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) Provinsi Aceh, ruang lingkup kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya mencakup kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan psikis, pelecehan seksual, penelantaran, perdagangan manusia, dan berbagai bentuk penganiayaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam mencegah dan menangani kekerasan yang sering dialami oleh perempuan dan anak. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) memainkan peran penting dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak. dinas tersebut menjalankan berbagai fungsi, termasuk menyediakan layanan perawatan, memberdayakan korban, dan mendukung reintegrasi mereka. Namun, DP3A menghadapi tantangan yang signifikan, termasuk keterbatasan sumber daya untuk memproses kasus dan kurangnya tempat tinggal yang aman bagi korban. Untuk mengatasi masalah ini, DP3A bekerja sama dengan layanan sosial untuk menyediakan pilihan tempat tinggal yang layak dan aman. Sebagai kesimpulan, layanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) memegang posisi strategis dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Meskipun kontribusinya sangat efektif, masih ada tantangan yang terus-menerus perlu diatasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Perempuan, Anak, Kekerasan, DP3A</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154123</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 22:19:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-22 11:04:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>