ANALISA PAPARAN SUARA SIRENE TSUNAMI DI BLANG OI KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISA PAPARAN SUARA SIRENE TSUNAMI DI BLANG OI KECAMATAN MEURAXA BANDA ACEH


Pengarang

Rizal Syahputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0904102010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi peristiwa gempa dan tsunami.
Sejauh ini, para ilmuwan belum mampu memprediksi peristiwa gempa dan tsunami
dengan tepat dan akurat sehingga dapat memberikan informasi kapan akan terjadi
bencana gempa dan tsunami. Setelah pasca gempa dan tsunami Pemerintah
mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami yang diberi nama dengan InaTEWS
atau Indonesia Tsunamy Early Warning System. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui seberapa tinggi tingkat tekanan suara dan berapa jarak jangkauan suara dari
sirene tsunami yang bisa didengar oleh masyarakat. Pengukuran tingkat tekanan suara
menggunakan alat ukur Sound Level Meter type 140 dan 131. Pengambilan data
dilakukan pada Sirene Tsunami di Gampong Blang Oi pada jarak 10meter dari pusat
sirene, TES (Tempat Evakuasi Sementara) di Gampong Lambung yang berjarak 500
meter dari pusat sirene dan di Halaman Kantor RRI Banda Aceh yang berjarak 1800
meter dari pusat sirene. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan diketahui tingkat
tekanan suara dari suara Sirene Tsunami yang dihasilkan mencapai 105.4 dBA dan pada
gedung TES 68.5 dBA sedangkan pada kantor RRI Banda Aceh suara dari sirene tsunami
tidak jelas terdengar. Tingkat tekanan suara sirene tsunami dapat didengar pada jarak
kurang dari 1800 m Suara tidak terdengar pada jarak lebih dari 1800 m dikarenakan
adanya penghalang dan penyerapan suara oleh pepohonan dan bangunan sekitar yang
dapat berpengaruh terhadap penyebaran suara. Suara dari sirene tsunami tidak mencapai
sasaran sebesar luas kawasan pasca tsunami di Kecamatan Meuraxa,pengurangan
jangkauan suara tersebut mencapai 10% dari jangkauan yang diharapkan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK