<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15398">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI PISTON PADA SILINDER HIDROLIK MESIN HOT PRESS PAPAN PARTIKEL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mesin hot press papan partikel adalah salah satu penerapan teknologi untuk mengolah limbah kayu menjadi papan partikel. Mesin hot press terdiri dari beberapa komponen penting salah satunya silinder hidrolik yang berfungsi untuk menghasilkan gaya tekan (press). Kesesuaian desain dan hasil manufaktur dari komponen mesin hot press seperti silinder hidrolik menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada kerja mesin. Perangkat lunak CAD (computer aided design) seperti Solidworks untuk pemodelan 3D dan perangkat lunak CAE (computer aided engineering) seperti Abaqus sebagai alat bantu yang efektif dalam hal membuat dan melakukan simulasi dengan metode elemen hingga. Penelitian ini memfokuskan pada simulasi silinder hidrolik dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tegangan dan reaction force. Dari hasil simulasi diketahui bahwa untuk pemodelan dengan tekanan 30 MPa  tegangan paling tinggi terjadi pada node 1149 dan elemen 8978 yaitu sebesar 7,54×106 N/m2, Sedangkan reaction force paling tinggi terjadi pada node 8 yaitu sebesar 892,327 N. Pada pemodelan dengan tekanan 35 MPa  tegangan paling tinggi terjadi pada node 1149 dan elemen 8978 yaitu sebesar 8,79×106 N/m2, Sedangkan reaction force paling tinggi terjadi pada node 8 yaitu sebesar 1,041×103 N. Pada pemodelan dengan tekanan 40 MPa  tegangan paling tinggi terjadi pada node 2214 dan elemen 8978 yaitu sebesar 10,04×106 N/m2, reaction force paling tinggi terjadi pada node 8 yaitu sebesar 1,190 ×103 N . Semakin besar tekanan yang diberikan maka semakin besar pula tegangan dan reaction force yang terjadi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>15398</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-05 02:51:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-05 11:36:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>