<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153941">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH NISBAH  PELARUT, SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSIRNTERHADAP RENDEMEN EKSTRAK KUNYIT DAN KADARRNKURKUMIN YANG DIHASILKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Patoni A gafar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini  bertujuan  untuk menjajaki  pengaruh  nisbah bahan (bubuk kunyit) terhadap pelarut, suhu dan waktu pada ekstraksi bubuk kunyit terhadap rendemen ekstrak clan kurkumin  serta kadar kurkumin yang dihasilkan. Proses ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol 70% di dalam labu 2 liter dengan nisbah atau rasio bubuk kunyit dan etanol&#13;
(b/v) 1:5, 1: 10, 1: 15 dan 1 :20, suhu ekstraksi 30, 40, 50 dan 60 C dan waktu ekstraksi&#13;
2, 4, 6 dan 8 jam. Ketiga faktor tersebut berfiungsi sebagai  variabel  bebas (independent&#13;
variable) pada penelitian ini.  Sedangkan variabel tetapnya adalah bobot bahan 100 g dan&#13;
kecepatan pengadukan 100 rpm. Percobaan dilakukan dengan ulangan sebanyak dua kali. Analisa sampel bubuk kunyit dilakuknn terhadap kadar kurkumin, kadar air dan kadar abu. Hasil percobaan menunjukkan  bahwa waktu ekstraksi mempengaruhi  rendemen ekstrak, penambahan waktu  ekstraksi hingga 6 jam   dapat meningkatkan rendemen ekstrak, kemudian konstan, demikian juga rendemen kurkumin, tetapi hal itu terjadi setelah 6 jam atau lebih,  sehingga waktu optimum ekstraksi 6 jam. Pengaruh suhu terhadap rendemen&#13;
ekstrak menunjukkan   bahwa peningkatan suhu atau  temperatur  akan   meningkatkan&#13;
rendemen ekstrak, rendemen kurkumin dan kadar  kurkumin  yang dihasilkan. Suhu&#13;
optimum ekstraksi yang diperoleh adalah 50 C. Rasio pelarut etanol 70% mempengaruhi rendemen ekstrak serta rendemen  dan kadar kurkumin  dalam ekstrak. Rasio pelarut yang optimum pada proses ekstraksi  untuk bahan berbanding pelarut  adalah 1   :   15.  Hasil perhitungan  perpindahan  massa menunjukkan  bahwa terdapat korelasi yang cukup baik&#13;
antara model dan hasil eksperimen dengan deviasi sebesar 1,1326 %.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Ekstraksi, Pelarut, Kunyit, Kurkumin&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153941</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 12:03:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 12:03:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>