<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153925">
 <titleInfo>
  <title>STIGMA GANDA TERHADAP LAKI-LAKI KORBAN “CATCALLING” DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmad Rizky</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji fenomena stigma ganda terhadap laki-laki yang menjadi korban catcalling di Kota Banda Aceh. Menggunakan metode fenomenologi, untuk menggali makna subjektif yang dihasilkan dari pengalaman korban laki-laki, dalam konteks sosial dan budaya lokal. Kajian ini menunjukkan meskipun catcalling secara umum dianggap sebagai bentuk pelecehan verbal, namun kerap kali diabaikan, ketika dialami oleh laki-laki. Bagi banyak laki-laki, catcalling dipandang sebagai bentuk gangguan yang memalukan dan merendahkan, yang mengarah pada perasaan tidak berdaya dan hilangnya rasa percaya diri. Hal ini sering kali bertentangan dengan ekspektasi masyarakat yang menuntut laki-laki untuk selalu tampil kuat dan tidak rentan. Oleh karena itu, banyak laki-laki yang enggan mengakui atau melaporkan pengalaman tersebut, mengigat stigma yang melekat pada mereka sebagai “pria sejati” yang seharusnya tidak terpengaruh oleh perlakuan semacam itu. Yang menyebabkan dampak psikologis yang signifikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap catcalling, dan dampak dari stigma ganda yang dihadapi laki-laki sebagai korban catcalling, serta bagaimana maskulinitas hegemonik membentuk kontruksi sosial, yang mempengaruhi pengakuan laki-laki sebagai korban, karena tidak sesuai dengan stereotipe maskulinitas di masyarakat. Berdasarkan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap korban laki-laki serta masyarakat Kota Banda Aceh. Temuan penelitian ini menunjukkan, bahwasanya catcalling sering terjadi di ruang publik, dan norma maskulinitas hegemonik bertanggung jawab menuntut laki-laki untuk selalu tampak dominan dan tidak rentan, yang menghalangi mereka untuk mengakui ataupun melaporkan pengalaman tersebut. Selain itu, stigma sosial yang menepatkan laki-laki harus kuat dan tidak merasa lemah juga menyebabkan isolasi sosial. Sehingga penelitian ini, merekomendasikan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran mengenai kekerasan berbasis gender, termasuk catcalling terhadap laki-laki di berbagai tingakatan pendidikan, baik formal maupun informal. Serta menyediakan ruang aman bagi korban laki-laki untuk berbagi pengalaman dan mencari dukungan, tanpa rasa takut akan stigma.&#13;
&#13;
Kata kunci: Catcalling, Gender, Stigma, Maskulinitas Hegemonik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153925</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 11:54:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 15:31:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>