<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153775">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS) TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA SECARA IN-VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Fajri Maulina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman pala (Myristica fragrans), berasal dari Indonesia, terutama ditemukan di daerah Banda dan Irian Jaya. Selain itu Provinsi Aceh juga merupakan salah satu sentra penghasil pala, dengan produksi terbesarnya berada di Kabupaten Aceh Selatan. Daging buah pala mengandung flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Senyawa fenolik yang berasal dari flavonoid juga efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri, yaitu fenol dapat merusak membran sel bakteri dengan cara denaturasi protein. Selain itu, pala mengandung saponin yang berfungsi sebagai antibakteri dengan cara mengurangi permeabilitas membran. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antimikroba ekstrak kulit buah pala terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan yaitu metode difusi agar (Kirby-Bauer) dengan tiga konsentrasi (20%, 30% dan 40%) dan dilakukan tiga kali ulangan. Antibiotik vancomycin sebagai kontrol positif bakteri S. aureus dan kloramfenikol sebagai kontrol positif bakteri P. aeruginosa, serta&#13;
carboxyl methyl cellulose (CMC) 0,5% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pala mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan P. aeruginosa dengan rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada masing-masing konsentrasi untuk S. aureus yaitu berturut-turut 20% (lebih kurang 8,84 mm), 30% (lebih kurang 13,14 mm), 40% (lebih kurang 10,12 mm), dan untuk P. aeruginosa yaitu berturut-turut 20% (lebih kurang 8,35 mm), dan 30% (lebih kurang 8,46 mm) dan 40% (lebih kurang 9,23). Kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona bening yang mengindikasikan bahwa tidak ada aktivitas penghambatan pada pelarut CMC yang digunakan pada pengenceran sampel ekstrak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua konsentrasi ekstrak kulit buah pala memiliki aktivitas daya&#13;
hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan P. aeruginosa dalam kategori kuat (±13,14 mm) untuk bakteri S.aureus dan kategori lemah (±9,23 mm) untuk bakteri P. aeruginosa.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153775</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 17:11:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 09:26:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>