Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
DAMPAK PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KUALITAS DAN KEMAMPUAN LAHAN SERTA ARAHAN KONSERVASI DI KAWASAN ULEE LHEU KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Ardan Sabri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0092040031
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Magister Pertanian., 2003
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ARDAN S4BRI Damnpal Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Kualitas dan Kemampuan Lahan serta Arahan Konservasi di Kawasan Ulee Lheu ota Banda Aceh (di bawah bumbingan Hairul Basni, scbagar ketua dan Sufardi Umar, sebagai anggota)
Sumber daya lahan sebagat aset dalam pembangunan wilayah dibagi ke dalam dua fungst utama yaitu Kawasan Budidaya dan Kawasan Lindung Pemanfaatan sumber daya lahan yang tidak memperhatikan kemampuan dan melebihi daya dukungnya, akan menyebabk.an ketidakseimbangan ekosistem wilayah dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai keseimbangan barunva
Penehitian ini diarahkan untuk menilai kualitas dan kemampuan lahan pada berbagai penggunaan akibat perubahan penggunaan selama sepuluh tahun terakhir ini dengan memberikan arahan penggunaan yang sesuai dengan potensi sumber daya lahan Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan Satuan Peta Lahan (SPL) yang dibuat dengan mengacu kepada jenis tanah, penggunaan lahan, dan tekstur tanah. Langkah-langkah yang ditempuh dalam mengumpulkan data, analisis dan interprestasi data adalah pengamatan lapangan analisis tanah di laboratorum, penilaian kemampan lahan dan arahan rekomendasi peruntukan lahan.
Dari fakta lapangan, selama rentang waktu sepuluh tahun terakhir telah terjadi perubahan penggunaan lahan yang sangat sigmifikan dari bakau dan rawa menpadi tambak dan lahan terbangun /pemukiman Perubahan ini tidak memperhatikan kemampuan lahan dan arahan peruntukan lahan berdasark.an RTRW Kota Banda Aceh, sehingga berdampak terhadap jeleknya kondisi kuahitas lahan Hal ini tergambar dan konduksi salinitas tanah maupun air yang tinggi atau berkrsar 0.24 - 13,00 ms /cm dan persentase Na yang dapat ditukarkan (ESP) yang berkisar 4.59%.
Berdasarkan kriteria klasifikasi kemampuan lahan menurut USDA (19824, bahwa penggunaan lahan di wilayah penelitian yang teradr pada saat ini tidak sesuai dengan kemampuan lahan Adapun kemampuan lahan di wlayah penelitian tersebut adalah, (a) Kelas IV dengan pembatas ancaman banjir (o3) dijumnpai pada SPL 1,(b) Kelas V dengan pembatas berupa permeatihitas lambat, drainase yang buruk (do), ancaman banyr (o) dijumpar pada SL 2, 3 dan S, serta () Kelas VIII dengan pembatas yang dominan berupa tekstur yang kasar (to), permeabhitas cepat. drainase yang berlebih (d) dijumpai pada SPL 4 dan 6
Dari kelas kemampuan lahan yang didapatkan tersebut, arahan peruntukan lahan di wilayah penelitian direkomendasikan adalah, (a) SPL I diarahkan sebaga kawasan terbangun /perukman, khususnya pada pong.gM Sunga dcngan pengaturan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yaitu 30% untuk bangunan dan 70 % untul lahan terbuka hiau, (b) SPL 2 diarahkan penggunaannya sebagar kawasan tambak yang dihijaukan dengan tanaman bakau (e SPL diarahkan penggunaannya untuk tetap dihutankan sebaga[ hutan bakau, td SPL 4 dan 6 diarahkan penggnaannya sebagai kawasan hau (sempadan panta dan Laman hutan kota), dimana lahan terbangun/pemukiman pada SPL 4 yang diarahkan pada RTRW mempunyai kemampuan lahan Kleas VIII sehingga pda lawasan selrtar pantau perlu pengaturan melalui Koefisien Dasar Bangun (KDB) yaitu 30% untuk bangunan dan 70 % untuk lahan terbuka hijau serta (e) SPL. S yang berdasarkn RTRW diarahkan peruntukannya sebagai kawasan terbangun/pemukiman dan penggunaan eksistim sebagai kawasan taman namun kemampuan lahannya adalah Kelas V Oleh karenanya pada SPL ini penggrannya diarahk.an untuk tetap dihjaukan dengan tanaran bal.au disela-sela tambak sebagai taman hutan kota
kemampuan lahan Kleas VIII sehingga pda lawasan selrtar panta perlu
pengaturan melafur Koefisien Dasar BHangun (KDB) yaitu 30% untul bangunan dan 70 % untul lahan terbuka hjau serta (e) SPL. S yang berdasarkn RTRW diarahk.an peruntulannya sebagar kawasan terbangunpemukiman dan penggunaan eksistem sebagai kawasan tamak namun kerampuan lahannya adalah Kelas V Oleh larenanya pada SL ini penggrannya diarahkan untuk tetap dihjaukan dengan tanaman bakau disela-sela tambak sebagai taman hutan kota
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN PERKEMBANGAN KAWASAN PINGGIRAN KOTA (URBAN FRINGE) BANDA ACEH(STUDI KASUS : KECAMATAN BANDA RAYA, LUENG BATA DAN ULEE KARENG) (Maya Sari, 2014)
DEGRADASI LAHAN AKIBAT HILANGNYA VEGETASI RUTAN DI KAWASAN PESISIR PANTAI KOTA BANDA ACEH (Suryana, 2025)
PENATAAN RUANG KAWASAN KONSERVASI DI DALAM LAHAN HAK GUNA USAHA MELALUI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KABUPATEN ACEH BESAR (Agustyarsyah, 2025)
PENATAAN RUANG KAWASAN KONSERVASI DI DALAM LAHAN HAK GUNA USAHA MELALUI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KABUPATEN ACEH BESAR (Agustyarsyah, 2025)
DAMPAK PENGALIHAN LAHAN MANGROVE TERHADAP KEANEKARAGAMAN BENTHOS DAN STRATEGI KONSERVASI DI KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH (Fitria Ulfa, 2016)