<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153765">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR KORTISOL DAN ASAM URAT DENGAN STRESS PENDERITA KANKER OVARIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Desni Haryani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Dokter Spesialis-I Obstetri dan Ginekologi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Stres psikologis adalah kondisi yang banyak ditemukan pada penderita penyakit kronik termasuk Kanker Ovarium. Kanker Ovarium seringkali ditemukan pada stadium lanjut dengan prognosis buruk sehingga sangat berkaitan dengan stres penderitanya. Penelitian tentang stres pada pasien kanker melibatkan penanda klinis dan biologis karena hal tersebut dapat mempengaruhi outcome penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar kortisol dan asam urat dengan stres penderita kanker ovarium.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. The Perceived Stres Scale (PSS)-10 digunakan untuk menilai stres dalam penelitian ini. Untuk biomarker stres biologis menggunakan pengukuran kadar kortisol dan asam urat yang dilakukan dengan produr enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Analisis Pearson’s correlation test digunakan dengan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 30 penderita kanker ovarium terlibat dalam penelitian ini dengan rerata usia 52,90  8,81 tahun. Pengukuran stres menunjukkan nilai rerata sebesar 21,06  3,48. Kadar Kortisol dan asam urat menunjukkan nilai rerata 274,32 nmol/L (p = 0,0001) dan 4,92 mg/dL (p = 0,84) secara berurutan. &#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kortisol dengan stres penderita kanker ovarium. Tidak terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan stres penderita kanker ovarium. Penyakit kanker ovarium meningkatkan stres seseorang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan respon imun pasien. &#13;
Kata kunci: stres psikologis, kanker ovarium, kortisol, asam urat, PSS 10&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153765</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 16:14:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 09:23:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>