<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153751">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN PREDIKSI ADMET AKTIVITAS SENYAWA CANNABIDIOL SEBAGAI ANTIKONVULSAN DAN ANTISPASMODIK RNUNTUK TERAPI CEREBRAL PALSY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAFILA AMALIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note> Cannabidiol (CBD) telah dilaporkan efektif dalam mengobati berbagai gangguan neurologis, termasuk memberikan efek terapeutik pada terapi cerebral palsy (CP). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bibliometrik dan memprediksi farmakokinetika serta toksisitas CBD sebagai antikonvulsan dan antispasmodik pada terapi CP. Studi bibliometrik dilakukan menggunakan basis data Scopus dengan analisis jaringan bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Prediksi aktivitas farmakokinetik dilakukan menggunakan situs ADMETlab 2.0. Serta, prediksi toksisitas menggunakan situs ProTox-II. Hasilnya sebanyak 17 artikel ditemukan memenuhi kriteria inklusi, dengan peningkatan tren secara signifikan sejak 2018. Tema dominan meliputi pengelolaan spasme dan kejang pada CP, dengan perhatian tambahan pada tolerabilitas obat serta komorbiditas psikologis seperti depresi dan kecemasan. Prediksi Farmakokinetika menunjukkan bahwa CBD memiliki permeabilitas rendah (CaCo-2: -4.73, MDCK: 1.8e-05 cm/s), absorpsi usus rendah (HIA: 0.005), tetapi distribusi luas di jaringan tubuh (VDss: 8.732 L/Kg). Penetrasi sawar otak terbatas (BBB: 0.19 cm/s), dengan ikatan protein plasma sangat tinggi (PPB: 99.29%). Aktivitas enzimatik menunjukkan bahwa CBD merupakan inhibitor sedang dan substrat dari CYP2D6 serta inhibitor CYP3A4. Toksisitas CBD dikategorikan rendah, dengan nilai LD50 sebesar 1190 mg/kg. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti potensi cannabidiol sebagai agen terapeutik untuk pengelolaan cerebral palsy, terutama dalam mengatasi kejang dan spasme. Namun, tantangan signifikan terkait dengan keterbatasan prediksi farmakokinetika dan toksisitas pada keakuratan model in silico, dan kurangnya data klinis yang mendukung tetap menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan studi lebih lanjut yang mengintegrasikan data klinis dan simulasi komputasi untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas CBD dalam pengelolaan CP secara holistik.&#13;
&#13;
Kata Kunci: cannabidiol, cerebral palsy, analisis bibliometrik, prediksi ADMET.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153751</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 15:55:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-21 09:21:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>