<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153713">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN METODE-METODE MULTIPLE IMPUTATION DAN PENERAPAN KAUSALITAS GRANGER PADA DATA IKLIM KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zatul Aklya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehilangan data merupakan tantangan utama dalam analisis iklim yang dapat menyebabkan bias estimasi dan menurunkan akurasi model prediksi, terutama di wilayah tropis seperti Kota Banda Aceh yang memiliki variabilitas iklim. Ketiadaan data yang lengkap dapat menghambat pemodelan serta pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas tiga metode multiple imputation, yaitu Expectation Maximization (EM), Predictive Mean Matching (PMM), dan Fully Conditional Specification (FCS) dalam menangani data hilang pada data iklim di Kota Banda Aceh. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis keterkaitan dinamis antarvariabel iklim menggunakan uji kausalitas Granger untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dalam sistem iklim. Data yang digunakan merupakan data iklim harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikumpulkan oleh Stasiun Klimatologi Aceh untuk periode 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2024. Variabel yang dianalisis mencakup temperatur, kelembapan, curah hujan, dan lama penyinaran matahari. Analisis dilakukan melalui imputasi awal, penghilangan data sebesar 10%, 20%, dan 30%, serta imputasi ulang, dengan evaluasi performa berdasarkan Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), Mean Squared Error (MSE), dan Weighted Absolute Percentage Error (WAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PMM lebih unggul dalam mempertahankan struktur data asli dibandingkan EM dan FCS, sehingga PMM menjadi metode paling optimal untuk imputasi data iklim di Kota Banda Aceh dengan menghasilkan nilai kesalahan terendah di seluruh tingkat kehilangan data. Uji kausalitas Granger menghasilkan sebelas hubungan kausal signifikan pada variabel iklim (temperatur, kelembapan, curah hujan, lamanya penyinaran matahari) di Kota Banda Aceh dan satu yang tidak signifikan yaitu antara curah hujan dan lama penyinaran matahari. &#13;
&#13;
Kata kunci: EM, PMM, FCS, uji kausalitas Granger, iklim, Banda Aceh.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153713</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 14:15:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 15:25:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>