<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153695">
 <titleInfo>
  <title>KANDUNGAN MERKURI DAN BATAS AMAN KONSUMSI HIU MARTIL (SPHYRNA LEWINI GRIFFITH &amp; SMITH, 1834) DARI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki Rahmat Yani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan	Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji kandungan merkuri (Hg) pada hiu martil (Sphyrna lewini) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Banda Aceh, guna menentukan batas aman konsumsi bagi masyarakat. Hiu martil merupakan predator puncak dalam ekosistem laut yang berisiko tinggi mengakumulasi logam berat, termasuk merkuri, yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data awal terkait kandungan merkuri pada spesies ini dan implikasinya terhadap kesehatan masyarakat serta konservasi lingkungan. Penelitian dilakukan dengan metode survei, mengumpulkan 10 sampel daging hiu martil dengan panjang total 1,8–3,4 meter. Kandungan merkuri diukur menggunakan metode spektrofotometri serapan atom di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri, Banda Aceh . Data hasil analisis dibandingkan dengan standar baku mutu nasional untuk kandungan logam berat dalam pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada hiu martil bervariasi antara 0,002–0,17 mg/kg dengan rata-rata 0,071 mg/kg. Kandungan merkuri tertinggi ditemukan pada hiu dengan panjang total 2,8 meter. Semua sampel masih berada di bawah batas aman konsumsi yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu 0,25 mg/kg untuk dewasa dan 0,075 mg/kg untuk anak-anak. Analisis lebih lanjut menunjukkan hubungan kandungan merkuri dengan ukuran tubuh, di mana hiu dengan ukuran lebih kecil cenderung memiliki konsentrasi merkuri yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daging hiu martil dari PPS Kutaraja relatif aman untuk dikonsumsi jika mengacu pada batasan SNI, meskipun konsentrasi merkuri harus tetap diawasi, terutama pada ukuran hiu tertentu. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengelolaan stok hiu martil secara berkelanjutan, sekaligus mendukung kebijakan konservasi dan perlindungan kesehatan masyarakat dari bahaya pencemaran logam berat.&#13;
Kata Kunci: Kandungan merkuri, Hiu Martil, Sphyrna lewini, batas aman konsumsi, PPS Kutaraja, konservasi, kesehatan masyarakat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153695</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 13:26:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 15:25:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>