<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153637">
 <titleInfo>
  <title>DISTRIBUSI JARINGAN IKAT KOLAGEN PADA OTOT SEMITENDINOSUS KELINCI UMUR YANG BERBEDA DENGAN PEWARNAAN PICRO SIRIUS RED</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alan Sutandra Pinayungan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kolagen merupakan protein struktural utama penyusun jaringan ikat pada vertebrata dan menyumbang sekitar 30% dari total protein pada hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi dan kandungan jaringan ikat kolagen otot semitendinosus kelinci pada umur yang berbeda dengan pewarnaan picro sirius red (PSR). Penelitian ini menggunakan sampel berupa blok parafin jaringan otot semitendinosus yang berasal dari 9 ekor kelinci lokal jantan dengan umur yang berbeda (6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan). Masing-masing kelompok umur terdiri atas 3 ekor. Slide jaringan otot semitendinosus diwarnai dengan pewarnaan PSR dan hasil pewarnaan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan ikat kolagen pada otot semitendinosus memiliki distribusi yang sama pada ketiga kelompok umur kelinci yaitu ditemukan pada endomisium dan perimisium. Kelinci umur 24 bulan memiliki kandungan kolagen tertinggi berdasarkan luas area distribusi kolagen yaitu sebanyak 10,4%, diikuti kelinci umur 12 bulan yaitu 9,79% dan kelinci umur 6 bulan sebanyak 7,31%. Kandungan kolagen pada otot semitendinosus cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya umur kelinci yaitu umur 24 bulan (fase dewasa). Kesimpulan dari penelitian ini adalah distribusi jaringan ikat kolagen pada otot semitendinosus memiliki pola yang sama antar kelompok umur kelinci dengan kandungan jaringan ikat kolagen mengalami peningkatan seiring bertambahnya umur kelinci.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-16 20:55:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-17 14:48:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>