<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153575">
 <titleInfo>
  <title>KETERLIBATAN GECIK SEBAGAI PATRON KLIEN DALAM PEMENANGAN ALI HUSIN PADA PEMILU 2024 (STUDI GECIK KAMPUNG TAMPENG KEC. KUTAPANJANG KAB. GAYO LUES)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitria Nur Padila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hubungan patron merupakan salah satu bentuk hubungan pertukaran yang khusus dimana kedua belah pihak, menjadi pihak status, kekayaan dan kekuasaan ang lebih tinggi disebut superior atau patron dan yang lebih rendah disebut imferior atau klien. Keterlibatan kepala kampung yang merupakan aparatur kampung yang terjun kedalam politik cukup menarik perhatian untuk dikaji lebih dalam serta menjadi penghubung politik tentunya akan memperburuk nilai profesionalitasnya sebagai Aparatur pemerintahan hal ini dipertegas dalam Undang-Undang Republik. Patron Klien adalah hubungan sosial di zaman Romawi, di mana Patronus melindungi Klien dari lapisan sosial bawah. Klien, meski orang bebas, memiliki ikatan dekat dengan keluarga patronnya. Hubungan ini didasarkan pada hak dan kewajiban bersama serta bersifat turun-temurun. Sedangkan Teori elit menyatakan bahwa kekuasaan dikuasai oleh kelompok kecil dalam hierarki sosial, baik secara formal maupun informal, yang mempengaruhi perkembangan masyarakat secara timbal balik. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian &#13;
Gecik, sebagai patron, memanfaatkan otoritas, jaringan sosial, dan sumber daya untuk membangun hubungan timbal balik dengan masyarakat, yang pada gilirannya memberikan dukungan politik kepada calon legislatif yang didukungnya. Melalui pendekatan berbasis komunitas dan jaringan sosial, Gecik berhasil memobilisasi dukungan dengan mengedepankan rekam jejak dan kontribusi positif calon legislatif terhadap desa, terutama di sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama penduduk. Metode ini mengarah pada penguatan loyalitas dan rasa hormat masyarakat terhadap Gecik, yang berperan sebagai figur yang dihormati dalam struktur sosial dan politik lokal. Penelitian ini mengungkap potensi konflik kepentingan akibat keterlibatan Gecik dalam politik, yang mengancam netralitasnya dan menyoroti peran patron-klien dalam politik lokal Indonesia.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Gecik, Patron-klien, Pemilu &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153575</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-16 12:15:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-16 12:22:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>