Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
MODEL MIKROEKONOMETRIKA DALAM MENGANALISIS GARIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA PENDUDUK DESA TERTINGGAL DI KABUPATEN ACEH BESAR PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH
Pengarang
I. Wayan Suparta - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
95120011
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi.,
Bahasa
Indonesia
No Classification
339.46
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Masalah kemiskinan merupakan masalah ekonomi sosial yang dihadapi oleh masyarakat baik masyarakat negara maju maupun masyarakat negara berkembang. Kemiskinan yang membelenggu masyarakat kita (Aceh Besar) bukan merupakan masalah baru.
Dalam upaya mengidentifikasi si miskin terdapat dua hal yang harus lebih dahulu ditentukan yaitu suatu pengukuran kebutuhan hidup minimum (standard of living) dan menentukan garis kemiskinan. Masalah yang muncul kemudian adalah bagaimana menyederhanakan pola konsumsi masyarakat yang begitu kompleks menjadi suatu indikator tunggal kebutuhan hidup. Para ekonom mencoba mengatasi masalah ini dengan menggunakan harga unruk mengkonversikan pola konsumsi dalam bentuk kuantitas menjadi suatu indikator tunggal yaitu tingkat pengeluaran. Langkah selanjutnya adalah bagaimana memisahkan yang miskin dan yang tidak miskin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui garis kemiskinan rumah tangga penduduk desa tertinggal di Kabupaten Dari II Aceh Besar dengan memperhatikan jumlah anggota keluarga sebagai faktor pembeda.
Penelitian ini menampilkan hal yang berbeda dengan penelitian lainnya mengenai garis kemiskinan, dimana estimasi garis kemiskinan di derivasi dari
teori ekonomi mikro. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa estimasi garis kemiskinan cukup bervariasi sejalan dengan jumlah anggota keluarga. Rumah tangga dengan anggota keluarga sedikit, garis kemiskinannya lebih kecil daripada rumah tangga dengan anggota keluarga yang banyak. Namun garis kemiskinan perkapita keadaannya terbalik. Rumah tangga dengan satu orang anak, garis kemiskinan perkapita lebih besar daripada rumah tangga dengan jumJah tanggungan enam orang.
Tidak Tersedia Deskripsi
MODEL MIKROEKONOMETRIKA DALAM MENGANALISIS GARIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA PENDUDUK DESA TERTINGGAL DI KABUPATEN ACEH BESAR PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH (I. Wayan Suparta, 2025)
KAJIAN GARIS KEMISKINAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN ACEH TIMUR (Adi Darma, 2025)
PERANAN PROGRAM INPRESS DESA TERTINGGAL DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTAMADYA BANDA ACEH (Yahya, 2025)
ANALISIS KARATERISTIK KEMISKINAN DI KOTA BANDA ACEH (Rizka Maulida, 2018)
PENERAPAN RANDOM FOREST UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM KLASIFIKASI STATUS KABUPATEN/KOTA TERTINGGAL DI KAWASAN TIMUR INDONESIA (RIZQA RIDAJANI, 2025)