<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153545">
 <titleInfo>
  <title>MODEL MIKROEKONOMETRIKA DALAM MENGANALISIS GARIS  KEMISKINAN RUMAH TANGGA PENDUDUK DESA TERTINGGAL DI KABUPATEN ACEH BESAR PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>I. Wayan Suparta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masalah kemiskinan merupakan masalah ekonomi sosial yang dihadapi oleh  masyarakat baik  masyarakat  negara  maju  maupun masyarakat  negara berkembang.  Kemiskinan yang membelenggu masyarakat kita (Aceh  Besar) bukan merupakan masalah baru.&#13;
Dalam  upaya mengidentifikasi  si  miskin terdapat  dua hal  yang harus lebih  dahulu ditentukan yaitu suatu pengukuran kebutuhan hidup minimum (standard  of living)  dan menentukan garis  kemiskinan.  Masalah yang muncul kemudian  adalah  bagaimana   menyederhanakan  pola  konsumsi   masyarakat yang begitu kompleks menjadi suatu indikator tunggal  kebutuhan hidup.  Para ekonom mencoba mengatasi  masalah ini  dengan menggunakan harga  unruk mengkonversikan pola konsumsi  dalam bentuk kuantitas menjadi  suatu indikator tunggal  yaitu tingkat pengeluaran.  Langkah selanjutnya adalah bagaimana memisahkan yang miskin dan yang tidak miskin.&#13;
Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui garis kemiskinan rumah tangga  penduduk desa  tertinggal  di  Kabupaten Dari  II  Aceh  Besar  dengan memperhatikan jumlah anggota keluarga sebagai  faktor pembeda.&#13;
Penelitian ini  menampilkan hal  yang berbeda dengan penelitian lainnya mengenai  garis  kemiskinan,  dimana estimasi  garis  kemiskinan di derivasi  dari&#13;
teori  ekonomi  mikro.  Dalam penelitian ini  ditemukan bahwa estimasi  garis kemiskinan cukup bervariasi  sejalan dengan jumlah anggota keluarga.  Rumah tangga  dengan  anggota  keluarga  sedikit,   garis  kemiskinannya  lebih  kecil daripada rumah tangga  dengan anggota keluarga yang banyak.  Namun garis kemiskinan perkapita keadaannya terbalik.  Rumah tangga dengan satu orang anak,  garis kemiskinan perkapita lebih  besar daripada rumah tangga  dengan jumJah tanggungan enam orang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>POVERTY - MACROECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>339.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153545</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-16 11:08:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-25 11:12:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>