KAJIAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KAWASAN PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KAWASAN PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nelly Ariani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200060044

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

711.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KAJIAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL)
DI KAWASAN PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH

Oleh :
Nelly Ariani
NIM : 1309200060044

Komisi Pembimbing :
1. Dr. Renni Anggraini, ST, M. Eng
2. Ir. Izziah, M.Sc, Ph. D


ABSTRAK
Kawasan Peunayong merupakan salah satu kawasan perdagangan di Kota Banda Aceh yang banyak terdapat PKL, yang berjualan di sepanjang jalan dan trotoar. Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan penertiban PKL ke lokasi relokasi, namun pemanfaatan lokasi relokasi tidak maksimal. PKL cenderung berjualan di luar bangunan, parkiran dan badan jalan sehingga mengganggu aktivitas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan preferensi PKL di Kawasan Peunayong, persepsi masyarakat terhadap keberadaan PKL dan strategi penataan PKL di Kawasan Peunayong. Metode yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif dan metode analisis SWOT. Hasil penelitian yang di dapat berupa karakteristik PKL di lokasi Peunayong di mana mayoritas PKL berusia produktif yaitu 31 – 40 tahun (34%), tingkat pendidikan rendah (41%), aktivitas usaha paling banyak berupa makanan mentah seperti sayur, buah dan ikan (74%), pola penyebaran cenderung berkelompok dengan jenis beragam (78%), sebagian besar belum mendapat izin tertulis (61%). Preferensi PKL berupa PKL lebih memilih berdagang dengan jenis dagangan beragam (70%), hal yang perlu diatur yaitu sarana dagang (66.5%), jenis dagangan (63.75%), dan waktu berdagang (61.25%), PKL bersedia berdagang di bangunan pasar jika adanya peningkatan fasilitas pasar (57.5%) dan adanya pembeli (72.5%). Persepsi masyarakat terhadap keberadaan PKL berupa alasan berbelanja di PKL karena mudah dijangkau (76%), perlu adanya pengaturan PKL (56%) dan masyarakat bersedia berbelanja di lokasi relokasi (70%). Strategi penataan berdasarkan analisis SWOT di antaranya penataan PKL dengan merelokasi ke bangunan pasar; peningkatan pengawasan PKL yang tidak tertib; peningkatan fasilitas di lokasi PKL; dan penyediaan lokasi berdagang yang strategis bagi PKL.

Kata kunci: Pedagang Kaki Lima, Karakteristik PKL, Preferensi PKL, Kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh, Strategi Penataan PKL

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK