<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153391">
 <titleInfo>
  <title>PENATAAN  RUANG KAWASAN KONSERVASI DI DALAM LAHAN HAK GUNA USAHA MELALUI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agustyarsyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>AGUSTYARSYAH   Penataan Ruang Kawasan Konservasi di dalam Lahan  Hak Guna Usaha Melalui  Sistem Informasi Geografi di Kabupaten Aceh  Besar, di bawah bimbingan Abubakar Karim  sebagai ketua dan Zulfikar sebagai  anggota&#13;
          Penelitian ini mengkaj perkembangan kawasan  konservasi  dalam  katannya  dengan  sebaran  lahan  hak guna  usaha dan perubahan penggunaan lahan.  Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya tumpang-tindih  penggunaan lahan  dengan kawasan  konservasi, pola  penataan  ulang  penggunaan lahan  pada kawasan   konservasi    dan  perkembangan kecenderungan  yang  akan  terjadi jika penggunaan lahan lawasan  tersebut ditata ulang ataupun   jika tidak ditata ulang  &#13;
          Penelitian  imi   mengkapi seluruh  penggunaan  lahan  di  Aceh  Besar sebagai populasi   penelitian   Populasi  dikaj secara spasial yang  didasark.an kepada peta penggunaan lahan multi waktu, peta kemampuan tanah, peta lereng dan peta fungsi  hutan  Analisis spasial  dilakukan dengan memanfaatkan sistem informasi  gcografis dengan   metode  pembobotan harkat   (scorring),  tumpang  tindih  (overlay), dan mengadakan  perubahan (dissolving). Kawasan konservasi  dihasilkan dari metode tumpang   tindih  data   spasial  kemiringan  lereng.  fungsi  hutan,    dan   kawasan  pertaman  produktif   Kawasan  pertanan  produktf diperoleh dan  proses tumpang tindih  data kedalaman efektif tanah  dan lereng  Peta kedalaman efeletif tanah adalah turunan  dan peta kemampuan tanah Peta tingkat kesesuaan lahan hal  guna  usaha dihasilkan dani proses tumpang   tindih   peta  lereng.  peta kemampuan tanah, peta fungsi  hutan dan   penggunaan lahan  Proses ini   menghasilkan  peta   karakteristik lahan  hal  guns usaha  Peta  ijin  lahan hak guna usaha  yang  telah  ditetapkan, diturunkan dani peta status tanah.   Dari berbagai peta tersebut dicari  kemungkinan adanya   tumpang  tindih lahan hal guna usaha  dengan kawasan  konservasi  melalui proses tumpang  tindih  peta   ijin  lahan hak    guna   usaha  dengan   peta   kawasan konservasi  Pola  penataan ulang didasarkan pada data  spasial kawasan   konservasi, peta tingkat kesesuaian lahan hak guna usaha dan ijin lahan  hal guna usaha yang telah  ditetapkan  Untuk  mengkaji penggunaan  lahan   dalam   kawasan  konservasi digunakan  data penggunaan lahan dari tahun   1993,  1995,   1997,  1999, dan 2001 Data penggunaan  lahan tersebut dihitung luasan masing-masing penggunaan lahan Luasan    masing-masing   penggunaan  lahan   tersebut digunalan  sebagai dasar perhitungan  untuk  mencari  laju  percepatan  perubahan penggunaan, dan dari laju percepatan  perubahan  tersebut   digunakan  untuk  memperkirakan   kemungkinan perubahan pemggunaan lahan yang akan terjadi pada kawasan konservasi .&#13;
          Dari hasil analisis  spasial    didapatkan bahwa  terdapat   tumpang  tindih lahan  hak guna  usaha dengan  kawasan konservasi  Dengan adanya   tumpang  tidih ini perlu  dilakukan penataan  ulang lahan  hak  guna usaha,  dengan mendasarkan pada tingkat   kesesuaan lahan untuk hal guna usaha pada kawasan konservasi  Beberapa jenis  penggunaan  lahan  di Kabupaten   Aceh  Besar juga mengalami tumpang tindih dengan  kawasan konservasi  Laju percepatan perubahan penggunaan lahan masing­ masing penggunaan   lahan   tdal sama  dan  tahun  ke  tahun ataupun  antar  jenis penggunaan  lahan     Laju   percepatan   perubahan penggunaan lahan   cenderung mengalami  penurunan  dan  perlu   dipertahankan agar   daya   dukung  lahan dan keseimbangan lingkungan dapat dipertahankan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153391</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 15:56:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 15:56:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>