<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153343">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN ANTENA LONG RANGE (LORA) UNTUK KOMUNIKASI INTERNET OF THINGS (IOT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DYA WAHYU NINGSIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak – Perkembangan teknologi komunikasi melalui Internet of Things (IoT) &#13;
telah memungkinkan perangkat fisik untuk saling terhubung melalui jaringan &#13;
internet. Salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam bidang komunikasi &#13;
nirkabel adalah Low Power Wide Area Networks (LPWAN), dengan Long Range &#13;
(LoRa) sebagai salah satu solusi yang dapat menghubungkan perangkat pada jarak &#13;
jauh menggunakan pita frekuensi di bawah 1 GHz tanpa lisensi. Namun, salah satu &#13;
kendala utama dalam komunikasi LoRa adalah terbatasnya jarak jangkauan &#13;
transmisi yang dipengaruhi oleh kualitas antena yang digunakan. Rumusan masalah &#13;
dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang antena LoRa yang dapat &#13;
meningkatkan jarak jangkauan transmisi. Penelitian ini bertujuan merancang antena &#13;
LoRa pada frekuensi 433 MHz untuk perangkat IoT guna memperpanjang jarak &#13;
jangkauan transmisi. Perancangan antena ground plane diawali dengan menghitung &#13;
ukuran menggunakan Quarter Wave GP Calculator. Pengukuran parameter antena &#13;
dilakukan menggunakan alat SVA 1075X yang dapat mengukur return loss, &#13;
bandwidth, VSWR, dan gain antena. Pengujian jarak jangkauan transmisi &#13;
dilakukan pada kondisi Line of Sight (LOS) dan Non-Line of Sight (NLOS). Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa antena ground plane memiliki return loss sebesar &#13;
23,98 dB, bandwidth 59,496 MHz, VSWR 1,15, dan gain 4,93201 dBi. Jarak &#13;
jangkauan transmisi antena ground plane mencapai 2,2 km pada kondisi LOS dan &#13;
0,75 km pada kondisi NLOS. Dibandingkan dengan antena monopole, antena &#13;
ground plane menghasilkan peningkatan jangkauan transmisi rata-rata sebesar &#13;
82,12%. &#13;
&#13;
Kata kunci: IoT, LoRa, Antena, LPWAN, LOS, NLOS.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 14:53:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 14:59:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>