<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153293">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIchard Ayman Safwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: HIV/AIDS adalah virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Pasien HIV/AIDS memerlukan terapi Antiretroviral (ARV) untuk mengurangi jumlah virus dalam tubuh dan mencegah komplikasi. Penderita HIV/AIDS sering kali menghadapi masalah emosional, seperti depresi, yang dapat mempengaruhi kepatuhan mereka dalam mengonsumsi obat ARV. Hal ini berpotensi menurunkan jumlah sel CD4 dan viral load yang terdeteksi, yang berkaitan dengan perkembangan penyakit HIV serta kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS. Sampel penelitian ini berjumlah 28 responden. Instrumen pengambilan data dilakukan pada penelitian ini menggunakan kuesioner BDI-II (Beck Depression Inventory II) yang digunakan untuk menilai tingkat depresi dan 8-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, serta analisa data pada analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Rata-rata usia subjek penelitian adalah 36,39 tahun, dengan subjek penelitian termuda berusia 23 tahun dan yang paling tua berusia 55 tahun. Subjek berjenis kelamin laki-laki, dengan jumlah subjek sebanyak 24 orang (85,7%), subjek berjenis kelamin perempuan empat orang (14,3%). Mayoritas subjek penelitian berada dalam kategori gangguan mood ringan, dengan jumlah 17 subjek (60,7%). Depresi ringan mencakup enam subjek (21,4%), depresi sedang sebanyak 3 subjek (10,7%), dan depresi berat sebanyak dua subjek (7,1%). Hasil analisis bivariat pada penelitian ini yang menggunakan uji Chi Square. Pengujian penelitian mendapatkan nilai signifikansi/p-value 0,027. Nilai signifikansi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DEPRESSION (MENTAL STATE) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HIV INFECTIONS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.979 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 13:04:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 16:04:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>