<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153281">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS NYERI DADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSA SAVIRA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nyeri dada merupakan gejala utama yang paling sering dikeluhkan pasien SKA, namun terkadang nyeri yang muncul sering kali disalahartikan oleh masyarakat sebagai gejala masuk angin biasa dan diabaikan, sehingga dapat berakibat terjadinya kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala nyeri dada secara spesifik pada pasien sindrom koroner akut di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional study dengan jumlah sampel 53 pasien SKA. Teknik pengambilan sampel adalah incidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar isi yang mencakup lima komponen pengkajian nyeri PQRST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyebab nyeri terjadi pada saat melakukan aktivitas fisik ringan (60.4%), kualitas nyeri yang dirasakan pasien adalah tertekan atau berat (81.1%), lokasi nyeri mayoritas di bagian dada saja (22.6%) serta menyebar ke punggung (22.6%), dengan tingkat keparahan nyeri pada skala nyeri sedang (77.4%), dan durasi nyeri terjadi selama lebih dari 20 menit (54.7%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengabaikan rasa nyeri dada yang muncul, dan menambah wawasan bagi para perawat mengenai bagaimana gambaran nyeri dada yang dirasakan pasien sindrom koroner akut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153281</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 12:33:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 14:41:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>