<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153179">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miftahul Jannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Surat dakwaan merupakan surat yang dibuat dan dipersiapkan oleh jaksa penuntut umum yang dilampirkan pada saat melimpahkan berkas perkara ke pengadilan yang berisikan identitas pelaku, kapan dan di mana peristiwa pidana dilakukan yang disusun secara cermat serta jelas mengenai perbuatan pidana yang dilakukan. Namun dalam faktanya, surat dakwaan yang dibuat oleh jaksa penuntut umum tidak tepat. Jaksa penuntut umum menuntut pelaku menggunakan pasal pemerkosaan di mana seharusnya menggunakan pasal pelarian anak. &#13;
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis kekeliruan yang terjadi dalam proses hukum terkait dengan putusan Mahkamah Syar’iyah Meulaboh Nomor 05/JN/2023/MS/Mbo, dengan fokus pada kesalahan dalam menetapkan kualifikasi tindak pidana oleh jaksa penuntut Umum (JPU). Selain itu juga untuk menganalisis kekeliruan dalam pelimpahan perkara yang tidak sesuai dengan yurisdiksi kewenangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implikasi hukum dari kesalahan tersebut dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam proses peradilan.  &#13;
Jenis penelitian ini adalah studi kasus yaitu penelitian hukum normatif (normative legal research ) dengan menganalisis melalui bahan bacaan baik studi pustaka, peraturan perundang-undangan, buku, jurnal maupun bahan hukum lainnya. &#13;
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa terdapat kekeliruan signifikan dalam kualifikasi tindak pidana yang diajukan oleh jaksa penuntut umum, yang seharusnya dakwaan yang diajukan tindak pidana melarikan anak gadis orang sehingga dapat  mempengaruhi keadilan dalam proses peradilan. Selain itu, implikasi dalam pelimpahan perkara ke mahkamah Syar’iah  berpotensi  mengabaikan peluang untuk melimpahkan dakwaan ke Pengadilan Negeri Meulaboh dengan menggabungkan tindak pidana melarikan anak gadis orang dalam KUHP dan pemaksaan bersetubuh dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. &#13;
Disarankan kepada jaksa penuntut umum agar lebih cermat dan teliti, dalam menyusun dakwaan dengan memperhatikan alat bukti yang tersedia dan peluang hukum yang lebih adil untuk korban. Dalam perkara ini Jaksa penuntut umum hendaknya melakukan penuntutan atas perkara dengan dakwaan kumulatif ke pengadilan negeri dengan ketentuan hukum yang berlaku berdasarkan KUHP dan Undang-Undang peradilan Anak&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153179</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 10:08:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 11:25:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>