Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN PEMERINTAHAN DESA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN STUNTING DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM
Pengarang
SYARIFAH MAGHFIRAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Erna Hayati - 195911041990032001 - Dosen Pembimbing I
Ridayani - 198412012017032101 - Dosen Pembimbing II
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Penguji
Rizal Fahmi - 199201292021021101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2006101010064
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
320.8
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Syarifah Maghfirah (2025) Peran pemerintahan desa dalam mengatasi permasalahan stunting di Desa Kajhu Kecamatan Baitussalam [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Ibu Erna Hayati, SH., M.hum dan Ibu Ridayani, S.H., M.H.,
Pemerintahan desa mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengatasi permasalahan stunting di desa kajhu, karena dari desa data sasaran intervensi pencegahan stunting di kumpulkan. Dalam menekan angka pravelensi stunting, pemerintah desa berupaya menyediakan sarana prasarana, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, dan penyuluhan bagi masyarakat agar terhindar dari permasalahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran pemerintahan desa dalam mengatasi permasalahan stunting (2) kendala pemerintahan desa dalam mengatasi permasalahan stunting di desa Kajhu Kecamatan Baitussalam. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pemerintahan Desa Kajhu yang terdiri dari Kepala Desa Kajhu, Sekretaris Desa Kajhu, Kader Posyandu Jantong Hate Desa Kajhu, Bidan Desa Kajhu dan Staff Gizi Puskesmas Baitussalam. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data terdiri dari Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) pemerintahan desa kajhu berperan aktif dalam penurunan angka pravelensi stunting, pemerintah desa berupaya menyediakan sarana dan prasarana, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, serta melakukan penyuluhan pada sekolah dan KUA kepada calon pengantin baru. (2) Terdapat kendala saat mengatasi permasalahan stunting. Kendala yang dihadapi kader dalam mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan penanggulangan stunting hingga keterbatasan anggaran pemerintahan desa dalam melaksanakan program penanggulangan stunting. Simpulan dari penelitian ini yaitu (1) Tingginya presentase stunting bukan hanya menyebabkan krisis kesehatan namun dapat menjadi hambatan dalam mencapai ketahanan nasional yang kuat, karena akan sulit mempertahankan kedaulatan negara jika kondisi generasi penerus bangsa mengalami keterbelakangan mental, dan memiliki resiko terserang penyakit kronis. 2) Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan produktivitas jangka panjang, yang semuanya berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Adapun saran dari peneliti untuk (1) aparatur desa diharapkan dapat meningkatkan edukasi gizi bagi masyarakat, terutama ibu hamil dan balita, guna mencegah stunting sejak dini agar masyarakat dapat aktif untuk mengikuti program penanggulangan stunting. (2) Pemerintah desa disarankan untuk mengalokasikan dana desa secara signifikan guna mendukung program pencegahan stunting.
Kata Kunci : Peran Pemerintahan Desa, Stunting
ABSTRACT Syarifah Maghfirah (2024) The Role of Village Government in Addressing Stunting Issues in Kajhu Village, Baitussalam District [Thesis, Syiah Kuala University]. Supervised by Erna Hayati, S.H., M.Hum and Ridayani, S.H., M.H. The village government plays a crucial role in addressing stunting issues in Kajhu Village, as the village is responsible for collecting data for stunting prevention intervention targets. To reduce stunting prevalence, the village government strives to provide infrastructure facilities, offer supplementary feeding (PMT) for pregnant women and toddlers, and conduct community education to prevent stunting. This study aims to identify: (1) the role of the village government in addressing stunting issues and (2) the challenges faced by the village government in addressing stunting issues in Kajhu Village, Baitussalam District. This research employs a qualitative approach and descriptive research type. The subjects of this research are the Kajhu Village Government, including the Village Head, Village Secretary, Jantong Hate Posyandu Cadres, Village Midwife, and Baitussalam Community Health Center Nutrition Staff. Data collection methods include interviews and documentation. Data analysis involves interview and documentation processes. The research findings are: (1) the Kajhu village government actively participates in reducing stunting prevalence by providing facilities, offering supplementary feeding for pregnant women and toddlers, and conducting education sessions in schools and religious affairs offices for newly engaged couples, and (2) the village government faces several challenges in tackling stunting, including difficulties in encouraging community participation in stunting prevention activities and limitations in village budget allocation for stunting programs. This research concludes that (1) the high percentage of stunting not only risks a future health crisis but may also hinder the nation’s resilience, as it would be challenging to maintain sovereignty if future generations suffer from mental setbacks, learning difficulties, and increased risks of chronic illnesses such as diabetes, hypertension, and obesity due to poor nutrition or stunting. (2) Achieving a healthy, intelligent, productive, and competitive "Golden Generation" by 2045 is essential, and stunting prevention and management are key elements in realizing this goal. Stunting affects not only physical growth but also brain development, intelligence, and long-term productivity, which all impact future human resource quality. The researcher suggests that (1) village officials should enhance community nutrition education, especially for pregnant women and toddlers, to prevent stunting early on, encouraging community engagement in stunting prevention programs, and (2) future researchers should consider studying similar issues in different contexts to expand knowledge and understanding of addressing stunting issues. Keywords: Role of Village Government, Stunting
PENGARUH PENGGUNAAN E-COMMERCE TERHADAP PENINGKATAN HASIL PENJUALAN USAHA KULINER DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR (Nikmal Maula, 2025)
PERSEPSI APARATUR PEMERINTAHAN DESA TERHADAP PERAN PENDAMPING DESA (SUATU PENELITIAN DI DESA GELAMPANG WIH TENANG UKEN KECAMATAN PERMATA) (Mahara Putra, 2017)
PARTISIPASI POLITIK DAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEUCHIK DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM (NUR ALINDA, 2021)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STUNTING DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (RISKA PRATIWI, 2019)
IDENTIFIKASI TINGKAT PENDAPATAN DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN GARAM PRA DAN PASCA TSUNAMI DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Yunidar, 2021)