<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="153089">
 <titleInfo>
  <title>PRINSIP KEADILAN HUKUM DALAM PEMILIHAN WALI NANGGROE DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Badri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Hukum Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PRINSIP KEADILAN HUKUM DALAM PEMILIHAN WALI NANGGROE DI ACEH&#13;
&#13;
BADRI &#13;
HUSNI &#13;
ISKANDAR A. GANI &#13;
DARMAWAN &#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Wali Nanggroe adalah pimpinan Lembaga Wali Nanggroe yang lahir sebagai amanat MoU Helsinky di Swedai dan berfungsi sebagai pemersatu masyarakat Aceh serta berwenang membina dan melestarikan kehidupan lembaga-lembaga adat, adat istiadat adat dan budaya lokal di Aceh. Wali Nanggroe di Aceh dipilih berdasarkan ketentuan Pasal 96 Ayat (4) dalam UUPA dan diatur secara khusus dengan Qanun Aceh, yakni dalam Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe sebagaimana diubah dengan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 tentang perubahan atas Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe yang diubah kedua kalinya dengan Qanun Nomor 10 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe, bahwa Wali Nanggroe dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh Komisi Pemilihan Wali Nanggroe; terdiri dari majlis Tuha Peut, majlis Tuha Lapan, Mufti dan perwakilan  Alim Ulama dari masing masing kabupaten/kota satu orang. Namun ketentuan tersebut belum mencerminkan Wali Nanggroe sebagai kepemimpinan adat berdasarkan UUPA karena belum melibatkan unsur kesatuan masyarakat hukum adat dan melibatkan ‘Alim ulama dalam pemilihan. dan paska  keluarnya Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2023 tentang Wali Nanggroe. Pemilihan Wali Nanggroe ditetapkan oleh Tuha Peut Wali Nanggroe dan tidak lagi melalui unsur Komisi Pemilihan Wali Nanggroe, ketentuan ini, justeru telah menarik seluruh kekuasan dan kedaulatan rakyat Aceh kehadapan Tuha Peut Wali Nanggroe&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan, mengkaji dan menganalisis aturan dalam pemilihan Wali Nanggroe Aceh sudah sesuai dengan prinsip keadilan, mengkaji dan menganalisis konstruksi yuridis pemilihan wali nanggroe di Aceh, serta menganalisis dan menemukan pemenuhan prinsip kearifan lokal dalam pemilihan wali nanggroe Aceh. &#13;
&#13;
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Dengan sumber data adalah data sekunder yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan mewawancarai narasumber untuk melengkapi data sekunder. Pengolahan data dilakukan melalui kegiatan seleksi dan klasifikasi menurut penggolongan serta disusun secara sistematis dan logis. Data dianalisis secara kualitatif, ditafsirkan secara logis dan sistematis serta menarik kesimpulan dengan menggunakan logika berpikir deduktif.&#13;
&#13;
Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan Pengaturan pemilihan Wali Nanggroe di Aceh belum diatur sesuai dengan prinsip keadilan yang mencerminkan bahwa Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh sebagai kepemimpian adat dan budaya berdasarkan UUPA, karena belum melibatkan unsur kesatuan masyarakat hukum adat, baik dari aspek unsur Komisi Pemilihan maupun dari aspek peserta calon Wali Nanggroe yang secara aksesibilitas dapat menghindari praktek diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat Adat. Konstruksi yuridis pemilihan Wali Nanggroe oleh Komisi Pemilihan Wali Nanggroe yang diatur dengan Qanun Aceh tentang Lembaga Wali Nanggroe belum mengatur  keterwakilan unsur kesatuan masyarakat hukum adat. Paska keluarnya Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2023 tentang Wali Nanggroe, pemilihan Wali Nanggroe di Aceh ditetapkan oleh Tuha Peut Wali Nanggroe dan tidak dipilih lagi oleh Komisi Pemilihan. Kondisi ini justeru telah menarik kesuluruh kedaulatan dan kekuasaan rakyat Aceh kehadapan Tuha Peut Wali Nanggroe secara tidak demokratis dan transparan serta bertentangan dengan konstitusi. Pemenuhan prinsip kearifan lokal dalam pemilihan Wali Nanggroe di Aceh belum diatur dan dilaksanakan secara musyawarah dan mufakat dengan seluruh elemen masyarakat Aceh yang beragam suku/ras, golongan dan penutur bahasa serta belum melibatkan para “Alim Ulama dalam menentukan kriteria pemimpin menurut tuntuan syariat Islam, yang memberikan nuansa berbeda dalam proses pemilihan dibandingkan daerah lain di Indonesia.&#13;
&#13;
Disarankan kepada pihak DPRA dan pihak Pemerintah Aceh untuk merumuskan aturan dalam pemilihan Wali Nanggroe selaras dan sesuai dengan prinsip keadilan berdasarkan UUPA guna memperkuat kedudukan Wali Nanggroe sebagai kepemimpin adat di Aceh dan mengatur keterwakilan unsur kesatuan masyarakat hukum adat dalam ketentuan pasal mengenai pemilihan Wali Nangroe dalam Qanun Aceh secara transparan, demokratis dan terbuka bagi publik serta mengatur prinsip kearifan lokal dalam pemilihan Wali Nanggroe supaya dilaksanakan oleh Wali Nanggroe sebagai payung hukum dalam pemilihan Wali Nanggroe di Aceh &#13;
&#13;
Kata Kunci: Prinsip Keadilan, Pemilihan, Wali Nanggroe</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>153089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-14 18:37:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-15 10:20:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>