TEKNIK PRESERVASI SAMPEL FESES UNTUK PENGUKURAN KONSENTRASI METABOLIT PROGESTERON PADA ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TEKNIK PRESERVASI SAMPEL FESES UNTUK PENGUKURAN KONSENTRASI METABOLIT PROGESTERON PADA ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII)


Pengarang

Diah Hestiasy Tanisyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1102101010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik preservasi sampel feses alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi metabolit progesteron pada feses orangutan sumatera betina. Sampel feses dikoleksi dari orangutan sumatera betina remaja di Taman Hewan Pematang Siantar, dan orangutan sumatera betina dewasa di Kebun Binatang Kinantan Bukittinggi. Pada penelitan ini dilakukan tiga percobaan. Percobaan pertama dilakukan dengan membandingkan tiga suhu pengering yang berbeda (50ºC, 70ºC, dan 90ºC) untuk mengawetkan sampel feses menggunakan teknik kering oven. Percobaan kedua dilakukan dengan membandingkan dua volume berbeda dari metanol 80% (4 ml dan 5 ml) untuk mengawetkan sampel menggunakan teknik ekstraksi lapangan. Percobaan ketiga dilakukan untuk mengevaluasi efektifitas ekstraksi sampel feses dari hasil terbaik percobaan 1 dan 2 menggunakan tiga jenis pelarut ekstraksi feses yang berbeda (metanol 80%, etanol 80%, dan isopropanol 80%). Ekstrak feses dari tiap percobaan diukur menggunakan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) untuk percobaan 1 dan 3, dan menggunakan uji t untuk percobaan 2. Hasil menunjukkan bahwa suhu terbaik untuk sampel feses adalah 50ºC berdasarkan konsentrasi progesteron. Selain itu, volume terbaik metanol 80% untuk ekstraksi lapangan adalah 5 ml. Berdasarkan hasil dari percobaan 3, konsentrasi progesteron secara signifikan lebih tinggi ketika dipreservasi menggunakan kering oven dibandingkan dengan ekstraksi lapangan (P0,05). Kesimpulan, teknik kering oven dengan suhu 50ºC menggunakan isopropanol 80% sebagai pelarut ekstraksi dapat digunakan sebagai alternatif teknik preservasi sampel feses orangutan sumatera yang murah dan efisien.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK