<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152939">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS LAJU INFILTRASI PADA LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE HORTON DI KECAMATAN JEUMPA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN RNACEH BARAT DAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINDA KHALISAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	 Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Secara geografis, lokasi penelitian berada pada koordinat 3º48’7.20”LU – 3º45’24.28”LU dan 96º46’58.23”BT – 96º47’55”BT. Berdasarkan peta geologi regional lembar Tapaktuan, wilayah penelitian terdiri dari tiga formasi geologi, yaitu Formasi Batuan Gunungapi Tapaktuan (Muvt) yang mencakup batuan basalt dan andesit epidot, aglomerat, breksi, serta tufa; Formasi Meurah Buya (Tmm) yang terdiri dari batupasir, batulumpur gampingan, dan batugamping; serta Formasi Meulaboh (Qpm) yang terdiri dari kerikil, pasir, dan lempung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi yang mencakup jenis litologi, struktur geologi, bentuk bentang alam, serta analisis laju infiltrasi di lokasi penelitian. Analisis laju infiltrasi menggunakan metode Horton bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan tanah dalam menyerap air, yang berperan penting dalam siklus hidrologi, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi bencana seperti banjir dan kekeringan. Metode penelitian meliputi survei lapangan untuk pengambilan data geologi, pengukuran struktur geologi menggunakan kompas geologi, serta analisis geomorfologi berdasarkan klasifikasi Van Zuidam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah tersebut terdiri dari lima satuan geomorfologi, yaitu Satuan topografi bergelombang kuat (S1), Satuan geomorfologi teras denudasional (S8), Satuan perbukitan dan lereng denudasional dengan erosi kecil (D1), Satuan geomorfologi dataran denudasional (D5), dan Satuan tubuh sungai (F1). Selain itu, terdapat lima satuan batuan penyusun, yakni Satuan Batu Andesit (Muvt), Satuan Batugamping (Tmm), Satuan Batulumpur (Tmm), Satuan Batupasir (Tmm), dan Satuan Endapan Aluvium (Qpm). Pengujian infiltrasi dilakukan menggunakan Double Ring Infiltrometer pada tiga titik uji. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Horton dengan tiga parameter utama, yaitu laju infiltrasi awal (f0), laju infiltrasi akhir (fc), dan parameter konstanta (k). Hasil analisis menunjukkan bahwa laju infiltrasi di lokasi penelitian berkisar dari kategori lambat hingga sedang. Pada titik uji 1, laju infiltrasi masuk dalam kategori sedang sebesar 36 mm/jam, dengan tata guna lahan berupa tanaman seperti tomat dan cabai. Titik uji 2 menunjukkan laju infiltrasi lambat sebesar 15 mm/jam dengan lahan berupa sawah. Sementara itu, titik uji 3 juga berada dalam kategori infiltrasi lambat dengan laju 12 mm/jam, namun masih dapat dimanfaatkan untuk pertanian dengan sistem irigasi yang tepat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152939</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-14 12:04:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-14 12:17:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>