<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152677">
 <titleInfo>
  <title>STUDI DIAGNOSIS PEMERIKSAAN RETIKULOSIT HEMOGLOBIN DALAM PENILAIAN DEPLESI BESI PADA PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Rezky Oktariany</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pendidikan Dokter Spesialis-I llmu Kesehatan Anak</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang. Anemia merupakan permasalahan global yang terjadi pada populasi anak. Kekurangan besi merupakan salah satu penyebab utama anemia pada anak, terutama pada anak usia sekolah. Retikulosit hemoglobin (Ret-He) muncul sebagai alternatif yang baik untuk menilai status besi karena dapat memberikan informasi langsung tentang ketersediaan zat besi fungsional untuk eritropoiesis dan tidak terpengaruh oleh inflamasi,. Oleh karena itu, penting untuk digunakan sebagai acuan untuk menghindari anemia dan mencegah dampak negatif tumbuh kembang anak.&#13;
Tujuan. Untuk mengkaji retikulosit hemoglobin sebagai acuan dalam menyingkirkan kemungkinan terjadinya deplesi besi, sebelum terjadinya anemia defisiensi besi pada pasien anak.&#13;
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan pada bulan Juli 2024 hingga September 2024. Dari kriteria penelitian, diperoleh data sebanyak 87 anak dengan rentang usia 1 bulan sampai 18 tahun di rawat jalan maupun rawat inap RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh. Data dianalisis dengan menggunakan uji bivariat untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel independen dengan variabel dependen dengan Pearson atau Spearman, tergantung hasil uji normalitas.&#13;
Hasil. Prevalensi deplesi besi pada pasien anak adalah 12,6%. Cut-off optimal untuk Ret-He adalah 29,5 pg, nilai Area Under the Curve (AUC) adalah 0, 609, dengan sensitivitas 70% dan spesifisitas 63,6%, nilai p = 0,398 yang menunjukkan bahwa Ret-He kurang andal untuk mengidentifikasi anak-anak dengan deplesi besi secara akurat dan hubungan antara Ret-He dan deplesi besi tidak signifikan secara statistik. Ret-He memiliki korelasi positif yang signifikan dengan MCV (r = 0.444, p = 0.001) dan MCH (r = 0.511, p &lt; 0.001). &#13;
Kesimpulan. Ret-He tidak dapat menjadi prediktor tunggal untuk menilai deplesi zat besi pada pasien anak. Walaupun didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara Ret-He dengan MCV dan juga MVH, tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Ret-He dengan Hb, Feritin, dan Saturasi Transferin.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152677</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-11 11:19:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-11 11:24:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>