<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152661">
 <titleInfo>
  <title>KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MENJALANI TERAPI DI PUSKESMAS INGIN JAYA DENGAN LATAR BELAKANG BUDAYA LOKAL:</title>
  <subTitle>PENDEKATAN KUALITATIF</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Athifah Azalia Azarine</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis merupakan penyakit menular paling membunuh ke-1 dan paling mematikan ke-3 setelah penyakit jantug dan penyakit pernapasan akut di Indonesia. Kualitas hidup pasien tuberkulosis paru sangat dipengaruhi oleh perjalanan penyakit, pengobatan, dan faktor budaya setempat. Sayangnya masih sedikit pihak yang menelaah mengenai hal ini. Penelitian ini dilakukan guna mengeksplorasi tentang kualitas hidup penderita tuberkulosis paru yang menjalani terapi di Puskesmas Ingin Jaya, Aceh Besar dan kaitannya dengan budaya lokal berdasarkan observasi peneliti, persepsi pasien tuberkulosis paru, orang terdekatnya. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif disertai dengan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi tentang kualitas hiudp penderita tuberkulosis paru bergantung pada pemahaman pasien terhadap penyakitnya, usia, stabilitas finansial, dukungan keluarga, dan stigma yang berkembang di masyarakat. Ditemukan juga dari 4 domain kulitas kehidupan yakni, fisik, psikis, sosial, dan lingkungan, perubahan kualitas hidup umunya terjadi pada domain fisik. Untuk mengoptimalkan pengobatan dan meningkatkan fungsi fisik, banyak pasien menempuh pengobatan non-medis. Didapatkan juga bahwa peran keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien tuberkulosis paru. Selain itu, ditemukan bahwa dukungan masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan tuberkulosis paru masih minim. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, perlunya adanya edukasi melalui media digital yang lebih sering diakses oleh kelompok usia dewasa lanjut, rumusan kebijakan yang mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bagi pasien tuberkulosis yang kurang mampu, dan tindakan intervensi yang melibatkan penyintas tuberkulosis paru untuk megaskan ke masyarakat bahwa tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang bisa sembuh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>QUALITY OF LIFE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PULMONARY TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152661</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-11 11:01:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 15:31:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>